PPATK-KSEI Perkuat Integritas Pasar Modal Indonesia
PPATK dan KSEI menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia pada 8 September 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Kerja sama ini bertujuan mencegah pencucian uang, pendanaan terorisme, dan penyalahgunaan sistem keuangan melalui koordinasi, pertukaran informasi, serta peningkatan kapasitas SDM.
Ruang lingkup kerja sama
MoU mengatur peningkatan koordinasi antarlembaga sesuai kewenangan masing-masing. Kedua pihak sepakat memperkuat pertukaran informasi untuk mendeteksi dan menanggulangi risiko penyalahgunaan transaksi pasar modal.
Selain itu, program peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan dijalankan untuk memperkuat pengawasan dan kualitas analisis. Langkah ini dinilai penting seiring perkembangan produk, layanan, dan teknologi keuangan.
Komitmen pencegahan penyalahgunaan
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyatakan bahwa kerja sama ini adalah bentuk komitmen bersama menjaga integritas sistem keuangan nasional. Menurutnya, pasar modal harus terus dijaga agar mendukung perekonomian secara sehat.
“Pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Karena itu, integritas dan kepercayaan terhadap pasar modal harus terus dijaga,”
Ivan menambahkan bahwa kerja sama mendukung upaya APU PPT dan PPSPM, termasuk pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.
Peran KSEI dan dukungan OJK
Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menegaskan peran KSEI sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. KSEI bertanggung jawab atas pencatatan kepemilikan efek yang akurat dan pengelolaan infrastruktur pasar modal.
“KSEI berkomitmen mendukung penguatan integritas pasar modal Indonesia melalui pelaksanaan tugas dan kewenangan kami sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”
Dukungan OJK juga disorot. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut digitalisasi dan kompleksitas transaksi lintas sektor meningkatkan potensi penyalahgunaan. Ia menilai MoU ini memperkuat tata kelola dan sinergi antarlembaga.
Dampak dan langkah selanjutnya
PPATK dan KSEI berharap kerja sama menjadi landasan jangka panjang. Sinergi otoritas, intelijen keuangan, dan infrastruktur pasar diharapkan meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor.
- Pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme
- Peningkatan kapasitas pengawasan dan analisis
- Peningkatan kualitas pertukaran informasi antarlembaga
- Penerapan prinsip APU PPT dan PPSPM dalam operasional pasar modal
Dengan langkah-langkah tersebut, otoritas berharap pengembangan pasar modal berjalan beriringan dengan penerapan prinsip integritas dan tata kelola yang baik. Nota Kesepahaman ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga kesehatan pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun internasional.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...