Ekonomi

IHSG Diprediksi Sideways di 6.600-6.700, Tertekan Harga Minyak

Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak 'sideways' pada kisaran 6.600-6.700 pada perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis 10 September 2026. Pergerakan diperkirakan terbatas karena tekanan kenaikan harga minyak Brent menyusul meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Kondisi pasar dan faktor eksternal

IHSG pada Rabu sempat menembus level 6.700 tetapi ditutup turun 0,12 persen ke level 6.678. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak mentah Brent yang mencapai sekitar USD 100 per barel, sehingga menambah sentimen negatif di pasar saham.

Ketegangan geopolitik AS-Iran menjadi pemicu utama kenaikan minyak. Akibatnya, volatilitas pasar global meningkat dan membayangi prospek emiten yang sensitif terhadap harga energi.

Proyeksi teknikal menurut Phintraco

Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG tidak akan terlalu tajam hari ini. Mereka menyebutkan area konsolidasi sebagai kisaran wajar untuk perdagangan.

"Secara teknikal, IHSG hari ini diprakirakan bergerak 'sideways' pada kisaran 6.600-6.700,"

Perkiraan ini mencerminkan pandangan bahwa aksi jual dan beli cenderung saling mengimbang dalam kondisi berita eksternal yang dominan.

Data ekonomi domestik: konsumsi dan ritel

Beberapa data ekonomi domestik menunjukkan gambaran yang beragam. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia meningkat ke level 118,5 pada Agustus, naik dari 116,8 pada Juli. Kenaikan ini merupakan sinyal perbaikan kepercayaan setelah beberapa bulan stagnasi.

"Ini merupakan kenaikan yang pertama dalam empat bulan terakhir. Kenaikannya ditopang oleh membaiknya penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta meningkatnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan,"

Sementara itu, data penjualan ritel diperkirakan turun 3,3 persen secara tahunan pada Juli 2026, sedikit memburuk dibandingkan penurunan 3 persen pada Juni.

Penjualan kendaraan: mobil dan sepeda motor

Kontras dengan pelemahan ritel, penjualan otomotif menunjukkan momentum positif pada Agustus. Penjualan mobil meningkat signifikan dipicu penyelenggaraan GIIAS 2026.

"Penjualan mobil mencapai level tertinggi selama 6 bulan terakhir, sebanyak 81.756 unit,"

Secara rinci:

  • Penjualan mobil Agustus naik 32,4% YoY menjadi 81.756 unit.
  • Penjualan sepeda motor Agustus tumbuh 3,18% YoY menjadi 596.461 unit, namun melambat dari pertumbuhan 8,3% pada Juli.

Dampak dan prospek

Perpaduan tekanan eksternal dari harga minyak dan sinyal domestic yang bercampur membuat pasar cenderung berhati-hati. Jika harga minyak tetap tinggi, tekanan pada sektor energi dan sektor terkait biaya akan berlanjut.

Pemulihan kepercayaan konsumen dan lonjakan penjualan otomotif bisa menjadi katalis positif jangka pendek. Namun para investor kemungkinan menunggu data ekonomi selanjutnya dan perkembangan geopolitik untuk menentukan alokasi portofolio.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait