UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi USD333 Juta hingga Juli 2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan program UMKM BISA Ekspor mencatat transaksi sebesar USD333 juta pada periode Januari–Juli 2026, melonjak dari USD134,8 juta sepanjang 2025. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu, 9 September 2026, saat menjelaskan peran program dalam mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli luar negeri.
Lonjakan transaksi dan perbandingan tahun sebelumnya
Angka transaksi pada tujuh bulan pertama 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibanding 2025. Kenaikan ini menandakan permintaan luar negeri yang makin terbuka untuk produk UMKM Indonesia melalui platform yang difasilitasi pemerintah.
"Nah tahun lalu transaksinya itu mencapai USD134,8 juta. Nah sekarang, Januari-Juli itu sudah mencapai USD333 juta,"
Jaringan perwakilan perdagangan yang menghubungkan UMKM dan buyer
Kemendag menghubungkan pelaku usaha dengan calon pembeli melalui jaringan perwakilan perdagangan. Saat ini terdapat 46 perwakilan yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.
Lewat jaringan tersebut, pelaku UMKM dapat mempresentasikan produk secara daring kepada perwakilan. Setelah itu, perwakilan akan menjembatani komunikasi dan pencarian buyer di pasar tujuan.
Pendampingan, terjemahan, dan dukungan bagi pemula
Kemendag menyediakan pendampingan yang mencakup fasilitasi komunikasi dan penerjemahan. Hal ini dimaksudkan agar pelaku UMKM tidak terhalang bahasa saat bernegosiasi dengan buyer dari negara tujuan.
"Jadi kalau misalnya buyer-nya dari Taiwan, dari Jepang pakai bahasa mereka, ya Bapak/Ibu enggak usah khawatir. Karena nanti akan diterjemahkan oleh teman-teman kita yang mendampingi,"
Program ini juga menyasar pelaku usaha yang belum pernah mengekspor sebelumnya. Menurut Budi, sekitar 70% peserta program merupakan eksportir pemula.
"Dan semuanya yang ikut UMKM BISA Ekspor ini rata-rata 70% persen belum pernah ekspor. Jadi Bapak/Ibu enggak usah khawatir, kalau belum pernah ekspor itu bisa aja ekspor,"
Implikasi dan prospek ke depan
Kenaikan transaksi menegaskan potensi ekspor produk UMKM bila difasilitasi secara terstruktur. Ke depan, efektivitas perwakilan perdagangan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM akan menjadi faktor penentu berkelanjutan bagi pertumbuhan ekspor kecil dan menengah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...