Nasional

14.236 Gempa Susulan Guncang NTT, 184 Dirasa Warga

Bagikan:
Grafik dan peta wilayah Nusa Tenggara Timur menampilkan frekuensi gempa susulan

BMKG mencatat sebanyak 14.236 gempa susulan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kamis pagi, 10 September 2026, menyusul gempa utama berkekuatan M7,7 yang melanda Flores. Dari jumlah itu, 184 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Rincian data BMKG

Data pembaruan tercatat pada pukul 05.00 WIB menurut keterangan resmi BMKG di Jakarta. Rangkaian gempa susulan menunjukkan rentang magnitudo yang cukup lebar, dari yang sangat kecil hingga skala menengah.

"Gempa susulan terbesar tercatat mencapai M6,2. Sedangkan yang terkecil memiliki kekuatan M0,9,"

BMKG juga melaporkan ada 38 gempa susulan dengan magnitudo di atas M5. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan masih berlangsung di wilayah terdampak setelah gempa utama di Flores.

Jumlah kejadian yang dirasakan

Dari total 14.236 gempa susulan yang tercatat, BMKG menerangkan bahwa 184 di antaranya dirasakan oleh warga. Catatan ini mengukur kejadian yang dampaknya dapat dirasakan setidaknya oleh sebagian penduduk di lokasi tertentu.

"Total gempa bumi susulan: 14.236 (kejadian). 184 gempa di antaranya dirasakan masyarakat,"

Implikasi dan kondisi saat ini

Angka-angka tersebut merefleksikan bahwa aktivitas kegempaan di NTT belum mereda sepenuhnya pasca-gempa utama. Rentang magnitudo yang tercatat—dari M0,9 hingga M6,2—menandakan variasi energi gempa susulan yang terjadi di kawasan tersebut.

Data BMKG ini disampaikan sebagai bagian dari pemantauan seismik di wilayah terdampak dan menjadi acuan awal untuk menilai kondisi kegempaan pasca-gempa besar. Perkembangan selanjutnya akan tergantung pada frekuensi dan besaran gempa susulan yang tercatat di hari-hari mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait