BNPB Kerahkan OMC Hibrida untuk Redam Abu Anak Krakatau
BNPB menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hibrida untuk menangani sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung. Langkah ini dipercepat sejak peningkatan aktivitas gunung dan dijalankan hingga malam hari, kata Kepala BNPB Suharyanto pada 10 September 2026.
Apa itu OMC hibrida dan bagaimana cara kerjanya
OMC hibrida mengombinasikan dua teknik intervensi atmosfer guna mempercepat peluruhan abu vulkanik. Metode pertama adalah stimulasi hujan saat awan tersedia; metode kedua adalah penyebaran water mist ketika kondisi awan tidak memungkinkan.
"OMC hybrid menggunakan dua teknik, saat tersedia awan dilakukan stimulasi hujan. Sedangkan, ketika tidak terdapat awan, petugas menyebarkan water mist untuk mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan berbahaya,"
Pelaksanaan dan logistik operasi
Operasi dipusatkan dari Posko Bandara Pondok Cabe. BNPB juga menyiapkan opsi pergerakan pesawat dari Majalengka setelah Bandara Kertajati kembali beroperasi, untuk memperluas jangkauan penanganan sebaran abu.
"BNPB telah memindahkan pesawat OMC dari Kalimantan ke Semarang sebagai alternatif," ujar Suharyanto.
Dampak sebaran abu dan respons pemerintah
Aktivitas Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026, dan abu vulkanik dilaporkan telah memengaruhi tiga kabupaten serta 15 kecamatan. Sebaran abu sempat mengganggu operasional penerbangan di delapan bandara utama, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Selain gangguan transportasi, aktivitas masyarakat, sekolah, dan nelayan terdampak. Paparan abu melaporkan munculnya keluhan iritasi dan masalah pernapasan di wilayah terdampak.
- Gangguan penerbangan di sejumlah bandara utama
- Aktivitas sekolah dan nelayan terdampak
- Laporan masalah kesehatan pernapasan dan iritasi
Status korban dan koordinasi bantuan
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dan pemerintah daerah belum menetapkan status kedaruratan resmi. BNPB menyatakan tetap menyalurkan bantuan darurat atas arahan Presiden dan berkoordinasi intensif dengan BMKG serta BPBD.
BNPB berharap pengerahan OMC hibrida mampu mengurangi konsentrasi abu di udara dan mempercepat proses peluruhan partikel vulkanik. Pemerintah akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap masyarakat dan transportasi, khususnya penerbangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...