Lokal

Perbaikan Tanggul Dalu-Dalu Dikebut, 1.500 Ha Sawah Terdampak

Bagikan:
Lahan pertanian terdampak banjir di Batu Bara setelah tanggul Sungai Dalu-Dalu jebol

Jebolnya tanggul Sungai Dalu-Dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara sejak 2024 menyebabkan banjir dan erosi yang merusak lahan pertanian seluas sekitar 1.500 hektar. Kerusakan itu memukul produksi hortikultura dan merusak lahan perikanan warga. Wakil rakyat mendesak pemerintah provinsi mempercepat perbaikan yang menunggu tahapan tender dan ditargetkan dimulai fisik pada Juni 2026.

Dampak kerusakan

Kerusakan tanggul telah menenggelamkan dan mengikis lahan pertanian di lima wilayah administratif. Data dari warga dan perwakilan daerah mencatat sekitar 1.500 hektar terdampak, termasuk:

  • ± 500 hektar lahan hortikultura cabai
  • ± 10 hektar lahan perikanan milik warga

Wilayah terdampak meliputi Desa Sukaraja, Desa Tanah Tinggi, Desa Tanah Rendah, Desa Sukaramai, dan Kelurahan Indrapura. Kondisi ini mengganggu musim tanam dan menurunkan produktivitas petani setempat.

Kunjungan DPRD ke Dinas SDA

Mewakili masyarakat terdampak, Anggota DPRD Batu Bara Syafi’i bersama rombongan mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara di Jalan Sakti Lubis, Medan pada Selasa (19/5). Ia menyampaikan keresahan warga dan mendesak tindakan cepat.

“Masyarakat di sana sangat terganggu. Mereka jadi tidak bisa bertani, produksi mereka anjlok. Mewakili masyarakat terdampak, kiranya Dinas SDA Sumut segera memperbaiki,”

Respons pemerintah dan jadwal perbaikan

Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyatakan pihaknya memahami kekhawatiran warga dan menaruh perhatian serius pada kerusakan tanggul tersebut. Ia menyebut lahan seluas sekitar 1.500 hektar harus diselamatkan untuk menjaga produktivitas pertanian.

“Gubernur Sumut, Pak Bobby Nasution, menginstruksikan kami untuk menangani kerusakan ini. Bahkan beliau menekankan harus segera dilakukan,”

Gibson menjelaskan proses perbaikan saat ini masih memasuki tahap tender. Meski demikian, pihaknya menargetkan agar pekerjaan fisik dapat dimulai pada Juni 2026 agar penanganan lapangan bisa dipercepat.

“Kiranya pada bulan Juni pekerjaan sudah dapat berjalan,”

Ia juga menegaskan komitmen Dinas SDA Sumut untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan DPRD dalam upaya mengurangi risiko banjir dan memperkuat ketahanan pangan.

Implikasi dan langkah ke depan

Percepatan perbaikan tanggul menjadi bagian dari program prioritas Gubernur Sumut untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung target swasembada nasional. Pelaksanaan tender dan pencairan anggaran menjadi kunci agar perbaikan fisik segera berjalan dan mengurangi kerugian petani di Batu Bara.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait