Film Badut Gendong: Marthino & Dayinta Ungkap Adegan Paling Emosional
Film Badut Gendong menampilkan kisah emosional antara Darsi dan Darso. Pada konferensi pers di Epicenteum XXI, Jumat, 22 Mei 2026, pemeran utama mengungkap adegan yang paling membekas selama produksi. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026.
Adegan paling menguras emosi
Dayinta Melira, pemeran Darsi, menyebut adegan kematian karakter Darsi sebagai momen paling berkesan. Adegan itu menuntut luapan emosi yang kedalaman dan konsistensi perasaan.
"Saya sangat bahagia mendapat peran Darcy dalam film ini. Saya juga terbantu karena sebelumnya pernah satu proyek bersama Marthino,"
Dayinta mengisahkan proses itu begitu intens hingga sutradara memberi dukungan personal saat pengambilan gambar emosional.
"Pak Charles ikut tidur di samping saya saat adegan emosional itu. Beliau membisikkan motivasi hingga saya langsung menangis tanpa berhenti,"
Pendalaman karakter dan chemistry pemeran
Pembentukan karakter dilakukan bersama sutradara Charles Gozali dan tim produksi. Fokus utama adalah membangun chemistry antara Darsi dan Darso supaya reaksi di layar terasa nyata.
Dayinta mengatakan kesempatan berperan dibantu pengalaman kerja sebelumnya dengan lawan mainnya. Itu mempercepat proses pendalaman hubungan antar tokoh sebelum syuting dimulai.
Tantangan peran Darso menurut Marthino Lio
Marthino Lio menyebut perannya sebagai Darso sebagai salah satu yang paling menantang dalam kariernya. Karakter itu berada di wilayah moral yang abu-abu, sehingga penonton harus dibuat simpati meski tindakan tokoh tidak selalu tepat.
"Karakter Darso sangat menantang karena harus menarik simpati penonton. Padahal tindakan yang ditampilkan sebenarnya bukan sesuatu yang baik,"
Selain aspek psikologis, Marthino juga menjalani adegan laga dengan kondisi mata tertutup. Ia mengapresiasi tim stunt dan koreografi yang mendukung kelancaran adegan tersebut.
Rincian rilis dan pemeran
Badut Gendong mulai tayang pada 27 Mei 2026 di bioskop seluruh Indonesia. Selain Marthino Lio dan Dayinta Melira, film ini dibintangi Derby Romeri, Clara Bernadeth, dan Iskak Khivano.
Penonton dapat menantikan perpaduan drama emosional dan adegan aksi yang dikemas dengan pendekatan karakter mendalam. Produksi menempatkan pendalaman psikologis tokoh sebagai pusat cerita, sehingga pengalaman menonton diharapkan intens dan menyentuh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...