Posyandu Aceh Dukung Target Vaksinasi dan IDL, Cakupan 34%
BANDA ACEH – Ketua TP Posyandu Aceh, Marlina Muzakir atau Kak Na, menegaskan dukungan penuh pada upaya Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan capaian vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh. Pernyataan disampaikan setelah mendampingi Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat kunjungan kerja di Aceh, Jumat (22/5).
Dukungan Posyandu untuk target nasional
Kak Na mengatakan Posyandu dan seluruh kader akan masif menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan IDL agar terbentuk lingkungan sehat dan masyarakat lebih tahan terhadap penyakit menular. Ia mencatat capaian saat ini masih rendah, yaitu 34%, dan menegaskan komitmen untuk meningkatkan angka tersebut hingga target nasional 90% melalui kolaborasi lintas sektor.
"Posyandu bersama seluruh kadernya tentu akan terus mendukung upaya Kemenkes dalam mencapai target vaksinasi nasional serta IDL. Kita akan terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan IDL dalam membentuk lingkungan yang sehat dan masyarakat yang kuat dari paparan penyakit menular,"
Kunjungan Wamenkes: tinjau Posyandu dan Puskesmas
Dalam kunjungannya, Wamenkes Dante meninjau Posyandu Sejahtera Gampong Panteriek Kecamatan Lueng Bata untuk melihat implementasi 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu. Selanjutnya ia menuju Puskesmas Lueng Bata untuk melihat pelaksanaan imunisasi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan integrasi layanan antara Puskesmas dan Posyandu.
"Kami ingin memastikan apakah integrasi antara Posyandu dengan Puskesmas sudah berjalan baik, karena integrasi yang baik tentu akan memberi imbas positif pada upaya kita mengejar target vaksinasi dan IDL,"
Dante menyatakan integrasi yang sudah berjalan memberikan hasil yang cukup positif dan memberi pujian terhadap terobosan yang dilakukan di Aceh.
Penyebab cakupan rendah dan strategi sosialisasi
Menurut Wamenkes, beberapa faktor menahan peningkatan cakupan vaksinasi dan IDL di Aceh:
- Isu halal-haram vaksin;
- Orang tua yang tidak memberi izin vaksinasi anak;
- Kekhawatiran terhadap demam pasca imunisasi.
"Padahal demam anak pasca imunisasi adalah demam sehat, karena tubuhnya sedang bereaksi membentuk antibody, jadi ini tidak berbahaya... MPU telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi ini mubah atau boleh,"
Dante meminta Ketua TP Posyandu dan jajarannya meningkatkan edukasi untuk meredam kekhawatiran orang tua. Ia juga mengajak insan pers membantu menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan IDL melalui media masing-masing.
Implikasi dan langkah ke depan
Peninjauan dan dialog antara Wamenkes, Ketua TP Posyandu, dan tenaga kesehatan menunjukkan fokus pada integrasi layanan sebagai kunci percepatan. Dengan strategi komunikasi yang ditingkatkan, kolaborasi lintas sektor, dan penanganan isu agama serta efek samping yang jelas, pemerintah daerah optimistis capaian vaksinasi dan IDL dapat meningkat mendekati target nasional.
Berita Terkait
Pasar Murah Aceh Besar Bantu Warga Jelang Idul Adha
Ketua TP PKK Aceh Besar apresiasi Pasar Murah di Peukan Bada yang bantu warga dapatkan kebutuhan pokok terja...
Ketua Dekranasda Sumbang 3 Canting Batik dan 1 Mesin Tenun di Aceh Besar
Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, menyumbang tiga canting batik dan satu mesin tenun untuk pengrajin b...
43 CPNS Kemenag Nagan Raya Dilantik Jadi PNS
Sebanyak 43 CPNS Kemenag Nagan Raya dilantik menjadi PNS oleh Menag Nasaruddin Umar pada 21 Mei; mayoritas a...
Pemadaman Listrik Sumatera: PLN Periksa Jaringan Setelah Padam 23 Mei
Seluruh Sumatera padam listrik Jumat 23/5 pukul 18.45 WIB. PLN Sumut kerahkan tim teknis untuk pemeriksaan d...
Ibadah Qurban: Makna Spiritual dan Sosial di Aceh Besar
Tgk Tarmizi: qurban adalah sarana membersihkan jiwa dan memperkuat solidaritas sosial, disampaikan pada khut...
Listrik Padam di RS Royal Prima Medan, Pasien Oksigen Terdampak
Pemadaman listrik di RS Royal Prima Medan Jumat malam membuat pasien yang butuh oksigen terdampak; genset di...