Maranatha Sabet Gelar Putra-Putri di Campus League Bandung 2026
Tim basket putra dan putri Universitas Kristen Maranatha berhasil menjuarai Campus League 2026 – Basketball Regional Bandung Season 1 pada Jumat, 22 Mei 2026, di Gedung Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kemenangan ganda itu menasbihkan Maranatha sebagai juara regional Bandung sekaligus mengunci tiket ke The Nationals. Julukan "The Ice Bears" kian melekat menyusul performa defensif dan serangan cepat kedua skuad.
Srikandi Maranatha: Tekstur Serangan Cepat dan Dominasi Angker
Di final putri, Maranatha menghadapi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dan memenangi laga dengan skor akhir 78-62. Sejak kuarter pertama mereka menerapkan strategi high-tempo blitz yang memberi tekanan konstan pada pertahanan lawan.
Kolaborasi di area ring antara Anggita Yuliani dan Berlian Yesi, serta agresivitas Antoinette Louise dalam penguasaan bola, membuat Unpar kesulitan membangun serangan. Kekompakan tim dan transisi cepat menjadi kunci keunggulan Maranatha sepanjang pertandingan.
“Kunci kemenangan selain kekompakan, tentunya dengan persiapan cukup intens mulai latihan ketahanan fisik, kecepatan hingga latihan running game,” ungkap Anggita Yuliani, kapten tim putri Maranatha nomor punggung 16.
Hebatnya, gelar ini diraih walau skuad tidak tampil full team. Mereka kini langsung menggelar Training Center (TC) pada Kamis, 28 Mei, sebagai persiapan intensif menghadapi babak nasional.
Laga El Clásico Kampus: Putra Maranatha Tundukkan Rival ITHB
Final putra menghadirkan duel klasik antara Maranatha dan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB). Sejak tip-off, intensitas pertandingan tinggi dan atmosfer memanas seperti rivalitas besar di kampus se-Jawa Barat.
Maranatha mengambil kendali lewat disiplin pertahanan yang kokoh dan kolektivitas serangan. Performa tim putra menonjol pada efektivitas transisi dan pengaturan ritme, sehingga mampu meredam upaya bangkit ITHB sepanjang laga.
Implikasi dan Persiapan Menuju The Nationals
Kemenangan ganda Maranatha memberikan dampak ganda: kebanggaan institusi dan kesempatan tampil di tingkat nasional. Keduanya kini fokus meningkatkan aspek fisik, strategi, dan kedalaman skuad sebelum mengarungi fase selanjutnya.
Keberhasilan ini juga menegaskan konsolidasi program pembinaan basket kampus di Maranatha. Dengan momentum juara ganda, ekspektasi terhadap capaian di The Nationals meningkat, sementara lawan-lawannya akan memetakan kekuatan baru yang harus diwaspadai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
AFA: Claudio Tapia Tidak Ditahan Agen Federal AS
AFA membantah klaim bahwa Claudio Tapia dan Pablo Toviggino ditahan atau disita perangkatnya oleh agen feder...
Jurgen Klopp Hampir Jadi Pelatih Timnas Jerman hingga 2030
Jurgen Klopp hampir resmi jadi pelatih Timnas Jerman dengan kontrak empat tahun sampai Piala Dunia 2030, men...
Prancis Siap Mencalonkan Diri Tuan Rumah Piala Dunia 2038 atau 2042
Prancis bersiap mencalonkan diri jadi tuan rumah Piala Dunia 2038 atau 2042 setelah studi kelayakan sejak 20...
Persija Pertahankan Hafizh hingga 2029
Persija resmi perpanjang kontrak Muhamad Hafizh hingga 2029; kiper muda jebolan EPA-20 akan dipersiapkan unt...
Alex Martin Siap Hadapi Tantangan setelah Gol Penyelamat Persebaya
Alex Martin mencetak gol krusial untuk Persebaya pada laga 99th Anniversary, meningkatkan kepercayaan diri s...
Partai Demokrat Liberal Minta UEFA Tinggalkan FIFA
Partai Demokrat Liberal Inggris mendesak UEFA dan FA mundur dari FIFA menyusul kontroversi keputusan dan keb...