Kemenkes: Imunisasi Lengkap Kunci Lindungi Anak
Kementerian Kesehatan menegaskan imunisasi lengkap menjadi kunci perlindungan kesehatan anak dan pembentukan kekebalan kelompok. Pernyataan itu disampaikan dalam media briefing "Mengejar Anak Zero Dose" di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026. Kemenkes mengingatkan cakupan imunisasi harus tinggi dan merata agar anak yang tidak bisa divaksin tetap terlindungi.
Mengapa kekebalan kelompok penting
Administrator Kesehatan Ahli Madya Kementerian Kesehatan, Edy Hariyanto, menjelaskan kekebalan kelompok terbentuk jika cakupan imunisasi merata di seluruh wilayah. Kondisi ini penting untuk melindungi anak yang secara medis tidak memungkinkan menerima vaksin tertentu.
“Itu bisa memberikan perlindungan kepada anak itu sendiri, kemudian juga bisa melindungi anak lain dengan terjadinya kekebalan kelompok. Walaupun, ini agar mencapai kekebalan kelompok itu harus ada persyaratannya,” kata Edy Hariyanto.
Dia menambahkan bahwa tanpa cakupan yang baik, potensi penularan penyakit yang dapat dicegah vaksinasi meningkat. Oleh karena itu, program imunisasi harus menjangkau semua anak, termasuk di daerah terpencil.
Risiko jika anak tidak diimunisasi
Edy memperingatkan anak yang terlambat atau tidak mendapatkan imunisasi akan lebih rentan terkena penyakit yang dapat dicegah. Semakin banyak anak yang tidak diimunisasi, semakin cepat dan luas penularan di masyarakat.
“Kalau anak-anak yang rentan tadi, misalnya dilakukan imunisasi atau tidak dilakukan imunisasi, dia akan mengakibatkan tidak terbentuknya kekebalan kelompok. Sehingga kasus-kasus bisa cepet menggede (melebar),” ucapnya.
Peran tenaga kesehatan dan media sosial
Tenaga kesehatan diminta aktif menyampaikan edukasi kepada orangtua mengenai pentingnya imunisasi lengkap dan tepat waktu. Salah satu strategi yang disarankan adalah memanfaatkan media sosial untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
“Nah mungkin kita bisa menggunakan media sosial kita, jadinya kita sebagai tenaga kesehatan bisa menggunakan sebagai edukasi. Untuk menyebarkan kebaikan, berbagi ilmu, mencegah, menyangkal khawatir,” ujar Dokter anak Aslinar.
Aslinar juga menyinggung banyaknya informasi keliru beredar, termasuk mitos bahwa vaksin menyebabkan autisme atau merupakan konspirasi asing. Ia mendorong tenaga kesehatan aktif menepis hoaks dan menjelaskan bukti ilmiah mengenai keamanan vaksin.
Imbauan dan prospek
Edy mengajak semua pemangku kepentingan ikut meyakinkan orangtua agar anak datang imunisasi lengkap. Ia berharap seluruh anak Indonesia mendapat perlindungan optimal melalui imunisasi yang lengkap dan tepat waktu.
“Kita butuh bantuan dari seluruh pihak tentunya. Untuk menyakinkan orangtua agar anak-anaknya datang imunisasi secara lengkap,” ujar Edy.
Dengan upaya terpadu antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat—termasuk pemanfaatan media sosial—Kemenkes menilai target menurunkan angka zero dose dapat dikejar. Langkah selanjutnya adalah memperkuat cakupan di daerah yang masih rendah dan mengatasi informasi keliru yang menghambat program imunisasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mengenal Ikan Sidat: Omega-3 Tinggi, Potensi Pangan dan Ekonomi
Ikan sidat kaya Omega-3 (DHA & EPA) dan nutrisi lain, berpotensi jadi sumber pangan bergizi sekaligus komodi...
Paparan Panas Ancaman Kulit: Wardah Perkenalkan Sunscreen dengan Heat Defense
Wardah perkenalkan sunscreen dengan teknologi Heat Defense pada acara di Jakarta, 3 Oktober 2026, untuk lind...
Hari Hewan Sedunia: 5 Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai
Pada Hari Hewan Sedunia (4 Okt), kenali 5 penyakit zoonosis utama, cara penularan, dan langkah pencegahannya...
Dinkes Jabar: Influenza Tipe A Mudah Menular dalam Keluarga
Dinkes Jawa Barat ingatkan influenza tipe A mudah menular di keluarga; isolasi mandiri dan pakai masker pent...
Nakes Tangerang Inspeksi Jajanan Sekolah untuk Cegah Pangan Tak Aman
Nakes Tangerang inspeksi jajanan sekolah untuk memastikan kebersihan, keamanan pangan, dan mendukung tumbuh...
Tangerang Waspadai Influenza Tipe A: Dinkes Imbau Orang Tua Waspada
Dinkes Kota Tangerang imbau orang tua waspada terhadap influenza tipe A; Kabupaten Tangerang melaporkan stat...