OJK: Simpanan Valas Bank Naik Saat Dolar AS Menguat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya kenaikan simpanan valuta asing (valas) di perbankan nasional sejak awal 2026, seiring penguatan indeks dolar AS. Data April 2026 menunjukkan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas tumbuh 10,87 persen secara tahunan, sementara porsi DPK valas terhadap total DPK tetap bergerak pada kisaran 15–16 persen.
Perkembangan DPK Valas
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa kenaikan simpanan valas terutama terjadi pada instrumen deposito dan tabungan. Menurut OJK, pertumbuhan ini berlangsung di tengah fluktuasi nilai tukar negara berkembang yang dipicu oleh penguatan dolar AS.
"Sejak awal 2026, kami melihat bahwa memang terdapat peningkatan porsi DPK Valas terhadap DPK total. Porsi DPK Valas terhadap DPK total sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15 persen-16 persen," kata Dian dalam keterangan tertulis pada Jumat, 22 Mei 2026.
Pendorong Kenaikan Simpanan
OJK mengamati beberapa faktor yang mendorong aliran dana ke simpanan valas. Pertama, bunga deposito valas dinilai cukup kompetitif, sehingga menarik penempatan di instrumen berdenominasi asing. Kedua, kebijakan yang memberi insentif kepada eksportir mendorong penempatan devisa di dalam negeri.
Data Pertumbuhan Simpanan
Rincian pertumbuhan per April 2026 menunjukkan pergeseran komposisi DPK valas sebagai berikut:
| Jenis Simpanan | Pertumbuhan YoY |
|---|---|
| DPK Valas (total) | 10,87% |
| Tabungan Valas | 23,21% |
| Deposito Valas | 22,00% |
| Giro Valas | 3,15% |
| Total DPK Perbankan | 11,39% |
Dampak pada Likuiditas dan Fundamental
OJK menilai penempatan devisa oleh eksportir dan kenaikan deposito valas memberikan dukungan terhadap stabilitas likuiditas perbankan nasional. Di samping itu, otoritas menilai fundamental ekonomi domestik masih relatif resilien, dengan inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi sebagai penopang utama.
Secara keseluruhan, meski simpanan valas meningkat, OJK menilai komposisinya masih dalam batas wajar dan belum mengubah dominasi simpanan berdenominasi rupiah dalam total DPK.
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat 1,1% ke 6.162 pada 22 Mei 2026
IHSG ditutup menguat 1,1% ke 6.162,04 pada 22 Mei 2026; nilai transaksi Rp20,01 triliun dan sentimen global...
UMKM Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2027, Ekonom UI Paparkan RAPBN
Ekonom UI Telisa Aulia Valianti sebut UMKM kunci pertumbuhan 2027; proyeksi ekonomi 5,8–6,5% dan pendapatan...
IHSG Menguat 0,30% pada Jeda Siang, Tekanan Eksternal dan MSCI Jadi Perhatian
IHSG menguat 0,30% ke 6.113,44 pada jeda siang 22 Mei 2026, namun tekanan dari sentimen global dan rebalanci...
Rupiah Melemah ke Rp17.700, Pasar Tunggu Data BI
Rupiah melemah ke sekitar Rp17.700 per dolar karena pasar menunggu data neraca transaksi berjalan BI dan tek...
Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini: 24K–12K (22 Mei 2026)
Daftar harga emas perhiasan 24K–12K per Jumat, 22 Mei 2026: beberapa gerai turun, Raja Emas stabil, Laku Ema...
OJK: Transaksi Bursa Karbon Indonesia Masih Rendah
OJK menyatakan transaksi IDXCarbon hanya Rp93,75 miliar; OJK dorong revisi POJK dan pembentukan SRUK untuk p...