Ekonomi

UMKM Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2027, Ekonom UI Paparkan RAPBN

Bagikan:
Ekonom memaparkan kerangka fiskal RAPBN 2027 dan peran UMKM bagi pertumbuhan

Ekonom UI Telisa Aulia Valianti memaparkan kerangka fiskal RAPBN 2027 dan menegaskan UMKM perlu menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,8–6,5% dan menargetkan pendapatan negara 11,8–12,4% dari PDB, Jumat, 22 Mei 2026.

Proyeksi fiskal RAPBN 2027

Telisa menyatakan pemerintah menetapkan sasaran pendapatan negara yang lebih tinggi sebagai landasan fiskal. Target pendapatan 11,8–12,4% dari PDB dimaksudkan untuk memperkuat pembiayaan program prioritas dan menjaga kesinambungan fiskal.

Ia menilai optimisme pemerintah menunjukkan arah kebijakan fiskal yang jelas dan terukur.

“Optimisme Presiden terhadap pertumbuhan ekonomi sangat tinggi dan terarah,”

Hilirisasi dan industrialisasi sebagai penggerak

Menurut Telisa, fokus pada hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Pengelolaan komoditas yang diarahkan ke industri hilir akan memberi dampak berlapis bagi pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.

Ia menekankan kebijakan ini harus diiringi penguatan regulasi dan fasilitas bagi pelaku industri agar nilai tambah tetap berada dalam negeri.

Peran UMKM dan kebijakan pro-rakyat

Telisa menegaskan UMKM harus berada di pusat strategi pemerataan ekonomi. Ia menilai sektor usaha kecil bisa mendorong pemerataan hingga lapisan bawah jika mendapat dukungan akses pembiayaan, pasar, dan teknologi.

“Program pemerintah tidak boleh hanya dinikmati segelintir kelompok,”

Ia juga menyoroti pentingnya program yang menyentuh langsung penciptaan lapangan kerja yang luas dan inklusif.

Menutup kebocoran pendapatan dan transparansi anggaran

Penguatan basis fiskal, menurut Telisa, menuntut penghentian kebocoran pendapatan negara. Pendapatan yang bocor harus dikembalikan ke dalam sistem ekonomi nasional untuk memperbesar ruang fiskal.

“Pendapatan negara yang bocor harus dikumpulkan kembali agar pertumbuhan maksimal,”

Selain itu, ia menekankan transparansi anggaran dan sinergi antar-sektor prioritas untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat luas.

Stabilitas nilai tukar dan prospek

Stabilitas nilai tukar rupiah juga disebut penting untuk mendukung daya saing industri nasional. Telisa mengingatkan agar kebijakan moneter dan fiskal berkoordinasi untuk meredam fluktuasi kurs yang berlebihan.

Jika target fiskal tercapai dan dukungan kepada UMKM serta hilirisasi dijalankan konsisten, Telisa menilai prospek pertumbuhan 2027 berpeluang mendorong pemerataan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait