Rupiah Melemah ke Rp17.700, Pasar Tunggu Data BI
Rupiah kembali melemahRp17.700 per dolar AS, sementara penutupan Kamis lalu tercatat Rp17.667 per dolar AS.
Pergerakan dan proyeksi
Pada penutupan perdagangan Kamis, rupiah turun 0,08 persen atau 13 poin menjadi Rp17.667 per dolar AS. Kondisi ini berlanjut pada perdagangan Jumat, ketika pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see.
Analis memprakirakan rupiah akan berkisar antara Rp17.600–Rp17.750 per dolar AS hari ini. Indeks dolar AS tercatat berada di level 99, yang menambah tekanan pada mata uang domestik.
Mengapa pasar menahan diri?
Pelaku pasar menunggu rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I 2026 dari Bank Indonesia. Data ini dinilai penting untuk menilai posisi eksternal Indonesia dan arah kebijakan moneter ke depan.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik juga menekan sentiment investor. Konflik yang berlanjut antara AS dan Iran serta reaksi terhadap proposal diplomatik menjadi faktor risiko global yang membuat dolar AS cenderung menguat.
Pandangan pelaku pasar
"Hari ini, rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS,"
Lukman Leong, Analis Pasar Uang di Doo Financial Futures.
Sejalan dengan itu, analis dari rumah sekuritas menyoroti bahwa langkah stabilisasi domestik belum cukup mengimbangi tekanan eksternal.
"Meski BI telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dan melanjutkan berbagai langkah stabilisasi. Tetapi tekanan eksternal masih tinggi seiring terus menguatnya indeks dolar AS,"
Jessica Tasijawa, Analis Pasar Uang di Mirae Asset Sekuritas.
Pengaruh kebijakan global
Dolar AS menguat sebagian karena ekspektasi bahwa suku bunga Federal Reserve akan tetap tinggi lebih lama (higher-for-longer). Ekspektasi ini mendorong aliran modal ke aset berdenominasi dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dengan kombinasi faktor domestik dan eksternal, volatilitas nilai tukar kemungkinan tetap ada hingga rilis data neraca transaksi berjalan Bank Indonesia dan perkembangan geopolitik selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Menjelang Data Inflasi 1 Okt 2026
Pelaku pasar menunggu data inflasi BPS (1 Okt 2026); IHSG diperkirakan konsolidasi di kisaran 6.000-6.200 se...