PLN Amankan Sidang Paripurna DPR dengan Pasokan 7.930.000 VA
PLN menyuplai listrik sebesar 7.930.000 VA untuk mengamankan Sidang Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung di Kompleks Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jumat, 22 Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasi dan mencegah gangguan selama agenda kenegaraan.
Skema pasokan dan perangkat yang disiapkan
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menerapkan konfigurasi multi layer supply yang terhubung ke beberapa gardu induk. Perusahaan menyiapkan tiga unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan total kapasitas 900 kVA untuk menjaga kontinuitas daya.
Selain itu, terdapat empat pembangkit cadangan berkapasitas 2.050 kVA yang dimanfaatkan untuk mendukung pendinginan dan penataan pencahayaan ruang sidang. Kombinasi perangkat ini dirancang agar mampu melakukan load transfer cepat bila diperlukan.
Pemantauan real-time dan respons tim teknis
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, memantau kondisi infrastruktur penghantar secara real-time. Ia menjelaskan bahwa seluruh sistem diawasi ketat selama kegiatan berlangsung untuk menjaga kestabilan suplai.
"Untuk mendukung Sidang Rapat Paripurna DPR RI, PLN UID Jakarta Raya menyiapkan skema multi layer supply yang terhubung dari beberapa gardu induk serta diperkuat UPS dan power generator. Seluruh sistem kami pantau secara real-time agar suplai listrik tetap stabil dan andal sepanjang kegiatan kenegaraan berlangsung," ujar Andy Adcha.
Di lapangan, puluhan teknisi dengan peralatan khusus siaga untuk melakukan respons cepat terhadap setiap gangguan pada jaringan kabel. Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bulungan, Irvan Hardiansyah, memimpin strategi taktis pemenuhan infrastruktur.
"Tim kami menyiapkan konfigurasi jaringan dengan skema suplai berlapis yang memungkinkan load transfer dilakukan secara cepat apabila diperlukan. Seluruh peralatan pendukung seperti UPS dan power generator juga kami pastikan dalam kondisi siap operasi melalui pengecekan menyeluruh sebelum dan selama kegiatan berlangsung," kata Irvan.
Dampak dan konteks operasional
Penerapan skema kelistrikan berlapis ini bertujuan menjaga kenyamanan dan kontinuitas sidang sehingga agenda negara dapat berjalan tanpa hambatan teknis. Keberhasilan pengamanan listrik menunjukkan kesiapan infrastruktur publik dalam mendukung kegiatan pemerintahan berskala besar.
Dengan pemantauan terpusat dan kesiagaan tim teknis, PLN menegaskan komitmen untuk menyediakan suplai listrik yang andal pada momen-momen kenegaraan penting.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pefindo: Penerbitan Surat Utang Korporasi Turun Semester I 2026
Pefindo catat penerbitan surat utang korporasi semester I 2026 mencapai Rp87,35 triliun, turun 3,91% dibandi...
Juvelook Advanced Injector: Tingkatkan Kompetensi Dokter Estetika
Workshop Juvelook di Nusa Dua, 19 Juli 2026, tingkatkan kompetensi Juvelook Certified Injector lewat praktik...
IHSG Uji Support 6.300, Potensi Naik atau Koreksi
IHSG diperkirakan menguji support 6.300; BNI Sekuritas sebut potensi naik ke 6.700 atau koreksi ke 6.000-an...
BRI Life Resmikan Kantor Layanan Denpasar, Perkuat Pelayanan
BRI Life meresmikan wajah baru Kantor Layanan Denpasar untuk meningkatkan kenyamanan, kecepatan layanan, dan...
KAI Layani 258 Juta Pelanggan H1 2026 lewat PSO & Perintis
KAI melayani 258,99 juta pelanggan pada Semester I 2026; 90,8% memanfaatkan layanan bersubsidi PSO dan keret...
Rupiah Melemah ke Rp17.917 Meski BI Pertahankan Suku Bunga
Rupiah ditutup melemah 0,16% ke Rp17.917 pada 22 Juli 2026, meski BI mempertahankan BI Rate di 5,75% dan men...