Pemerintah Wajibkan Bahasa Inggris Mulai Kelas 3 pada 2027
Jakarta — Pemerintah berencana mewajibkan pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing global siswa Indonesia di tengah tantangan era artificial intelligence dan globalisasi.
Dukungan dari pelaku pendidikan
Para pemangku kepentingan pendidikan menyambut positif rencana tersebut. Diana Kartika, Direktur Eksekutif Indonesian International Education Foundation (IIEF), mengatakan keterampilan Bahasa Inggris masih menjadi penghambat utama bagi banyak talenta Indonesia ketika bersaing di kancah internasional.
"For example, IIEF has administered many scholarship programs for around 20 years. We see directly that many Indonesians are smart, but one of the main challenges that prevents us from competing globally is English. That is the reality,"
Diana menyatakan optimisme bahwa pengenalan Bahasa Inggris sejak dini dapat memperkuat posisi Indonesia saat batas-batas internasional semakin longgar.
Peran Bahasa Inggris di era AI
Penggunaan kecerdasan buatan justru menambah urgensi penguasaan Bahasa Inggris. Menurut Diana, kemampuan menulis prompt yang jelas dan penggunaan bahasa yang akurat memengaruhi hasil kerja alat AI.
"With AI, English is actually becoming even more important. You need to write prompts properly, and the language must be accurate because the results depend on how you communicate with the AI,"
Sidnei De Souza dari ETS juga menekankan bahwa AI tidak menggantikan pentingnya keterampilan komunikasi dan berpikir kritis.
"English remains extremely important, even in the context of AI. We do not see AI replacing the importance of communication,"
Data EF EPI: Peringkat dan skor
Indonesia masih berada di kelompok low proficiency menurut EF English Proficiency Index (EF EPI) 2025. Negara ini menempati peringkat ke-80 dari 123 negara dengan skor 471, naik 3 poin dari tahun sebelumnya namun masih tertinggal dari banyak negara Asia dan negara-negara Eropa.
| Lokasi | Skor | Keterangan |
|---|---|---|
| Indonesia (nasional) | 471 | Peringkat 80/123, low proficiency |
| Jakarta | 523 | Moderate proficiency, di atas rata-rata nasional |
| Bangkok | 467 | — |
| Beijing | 514 | — |
| Vientiane | 486 | — |
| Manila | 603 | — |
| Kuala Lumpur | 588 | — |
| Hong Kong | 541 | — |
Hasil EF EPI didasarkan pada data 2,2 juta peserta uji EF SET di seluruh dunia, termasuk penilaian keterampilan menulis dan berbicara yang baru.
Implikasi kebijakan dan langkah selanjutnya
Pengenalan Bahasa Inggris sejak kelas 3 dipandang sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kemampuan bahasa generasi muda. Para narasumber juga menyoroti perlunya investasi pada alat penilaian dan program pembelajaran agar hasil kebijakan maksimal.
Penerapan mulai 2027 memberi waktu bagi pemerintah dan sekolah untuk menyiapkan kurikulum, pelatihan guru, dan sarana pendukung. Jika dijalankan konsisten, kebijakan ini diharapkan menutup kesenjangan kemampuan Bahasa Inggris dan meningkatkan daya saing global siswa Indonesia.
Berita Terkait
Pramono Resmikan Ring Tinju dan Skatepark di Bawah Flyover Pasar Rebo
Gubernur Pramono Anung meresmikan ring tinju dan skatepark di bawah Flyover Pasar Rebo untuk meredam tawuran...
Peringatan 19 Mei: Veteran, IBD, dan Hari Dokter Keluarga
19 Mei diperingati untuk menghormati veteran penyandang cacat, meningkatkan kesadaran IBD, dan mengapresiasi...
Penumpang di Soekarno-Hatta Diperiksa karena Bawa Banyak Kartu Pokémon
Penumpang berinisial JES diperiksa di Soekarno-Hatta setelah rontgen menunjukkan banyak kartu Pokémon; baran...
Michael Kembali Nomor 1 di Box Office AS dengan US$26,1 Juta
Film biopik Michael kembali ke puncak box office AS dengan US$26,1 juta, sementara beberapa debut mengejutka...
Sejarah Hari Buku Nasional: Diperingati Setiap 17 Mei
Hari Buku Nasional, diperingati 17 Mei, digagas Abdul Malik Fadjar (2002) untuk tingkatkan minat baca dan me...
17 Mei: Hari Buku Nasional hingga Hari Hipertensi dan Baking
17 Mei diperingati beragam momen: Hari Buku Nasional, Hari Telekomunikasi, Hari Hipertensi, dan World Baking...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!