Penanganan Cepat Kunci Keselamatan Pasien Aorta di Indonesia
Penanganan cepat menjadi penentu keselamatan pasien penyakit aorta, kata dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV (K), pada temu media di Tangerang, Selasa, 19 Mei 2026. Kondisi seperti acute aortic dissection dapat meningkatkan risiko kematian dalam hitungan jam jika tidak segera ditangani.
Risiko tinggi pada diseksi aorta
Aorta adalah pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan seperti aneurisma atau diseksi sering berkembang tanpa gejala jelas hingga menjadi darurat yang mengancam jiwa.
Secara global, sindrom aorta akut diperkirakan mencapai 4,8 kasus per 100 ribu orang per tahun. Pada kasus diseksi akut, keterlambatan penanganan meningkatkan angka kematian secara cepat.
"Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar 1–2 persen setiap jam dalam 24–48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan," kata dr. Dicky.
Keterbatasan layanan di Indonesia
Di Indonesia, layanan bedah jantung masih terbatas. Dari lebih dari 2.500 rumah sakit, hanya sekitar 120–150 rumah sakit yang menyediakan layanan bedah jantung.
Namun, hanya sebagian kecil fasilitas tersebut yang mampu melakukan penanganan aorta kompleks dengan pendekatan komprehensif. Hal ini menimbulkan tantangan akses bagi pasien yang membutuhkan tindakan darurat.
Pendekatan multidisiplin dan teknologi modern
Siloam Hospitals Lippo Village mengembangkan layanan penanganan aorta kompleks melalui pendekatan terintegrasi. Rumah sakit ini menerapkan teknik bedah modern dan dukungan layanan 24 jam.
- Penerapan teknik Frozen Elephant Trunk (FET) untuk menangani area aorta dada hingga perut.
- Fasilitas Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR) untuk intervensi minimal invasif.
- ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi dan CT scan kardiovaskular 24 jam.
- Kolaborasi lintas disiplin melibatkan bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, dan tim intensive care.
Dengan penguatan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, rumah sakit berharap meningkatkan akses penanganan aorta kompleks di tingkat nasional.
Kesiapan sistem layanan
Keberhasilan penanganan penyakit aorta bergantung pada kesiapan sistem pelayanan yang terintegrasi. Proses cepat dari datang ke gawat darurat hingga intervensi menjadi kunci menyelamatkan nyawa.
"Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi," ujar dr. Dicky.
Penguatan pusat layanan dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit aorta. Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap gejala darurat kardiovaskular dan segera mencari pertolongan medis saat dicurigai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kasus Influenza Naik di Indonesia: Gejala, Data, dan Pencegahan
Kasus influenza di Indonesia naik pada minggu ke-38/2026; dominan H1N1pdm09. Kenali gejala, data surveilans,...
Hari Vegetarian: 10 Sumber Protein Nabati yang Mudah Didapat
Rayakan Hari Vegetarian 1 Oktober dengan mengenal 10 sumber protein nabati mudah ditemukan untuk menu harian...
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...