Seniman Bali Sulap Kayu Apung jadi Furnitur Kustom, Diekspor ke Yunani
Tabanan, Bali. Sekelompok pengrajin lokal di Tabanan mengubah kayu apung dan bahan alami yang dikumpulkan dari pesisir menjadi karya seni dan furnitur kustom, beberapa di antaranya sudah dikirim ke luar negeri termasuk Yunani. Kegiatan ini berlangsung di Art Village Workshop dalam kawasan Nuanu Creative City, tempat sekitar 16 pengrajin dari Beraban berkarya bersama.
Lokasi dan proses produksi
Art Village Workshop menampung karya berukuran besar sampai furnitur buatan tangan. Pada hari Selasa, ruang kerja dipenuhi potongan kayu apung dan bahan daur ulang saat para pengrajin bekerja sambil berinteraksi dengan pengunjung. Pengunjung dapat melihat proses produksi dari dekat dan memesan karya sesuai permintaan.
Ragam kerajinan dan teknik
Kelompok pengrajin fokus pada beberapa teknik tradisional dan kontemporer. Mereka memadukan keterampilan anyaman, pertukangan kayu, lukis, dan seni beton untuk menghasilkan produk unik dan fungsional.
- Anyaman rotan
- Pengerjaan kayu dan furnitur
- Lukisan dan karya dekoratif
- Seni berbasis beton dan material daur ulang
Bahan baku dan keberlanjutan
Manajemen workshop menyatakan sebagian besar bahan berasal dari area sekitar, termasuk pantai terdekat, kemudian dipilah dan diolah menjadi komponen karya. Pendekatan ini tidak hanya menekan limbah, tetapi juga menegaskan nilai estetika materi terbuang dalam konteks estetika dan fungsional.
Pemesanan, pameran, dan pasar ekspor
Selain berfungsi sebagai galeri, workshop membuka opsi pemesanan langsung sehingga pelanggan bisa mendapatkan karya personal. Manajemen menyebut beberapa karya kustom telah diekspor, termasuk pengiriman ke Yunani, menandakan permintaan internasional terhadap produk kerajinan bernilai tinggi ini.
Konsep dan tujuan Nuanu
Proyek ini bagian dari konsep creative city Nuanu, yang menggabungkan ruang publik, fasilitas pariwisata, seni, dan kegiatan komunitas dalam satu area pengembangan. Pendiri Nuanu menjelaskan tujuan utama adalah menyatukan pengalaman kreatif yang tersebar di Bali agar bisa tampil bersamaan dan saling menguatkan.
One of the problems we saw was that a lot of amazing experiences are scattered across Bali. We wanted to create a space where they could shine together.
Implikasi dan prospek
Inisiatif ini menawarkan alternatif ekonomi bagi komunitas lokal di tengah tekanan pariwisata massal dan produksi massal. Dengan menekankan keberlanjutan dan keterlibatan publik, workshop berpotensi memperluas pasar sambil menjaga kearifan lokal. Ke depan, keberhasilan ekspor dapat mendorong lebih banyak proyek kreatif serupa di Bali.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basra Gym Buka di Bandung, Gym Keluarga Berkonsep Muslim
Basra Gym Muslim Family Fitness Centre dibuka di Bandung (26 Sept 2026), menawarkan fasilitas ramah keluarga...
Honda Tampil di TRABAS Merdeka 23 dengan CRF150L
DAM hadirkan booth Honda dan CRF150L di TRABAS Merdeka 23 (26-27 Sept 2026) untuk dukung komunitas trail dan...
Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih Grand Winner PPBN 2026 di Cibubur; diharapkan menguatkan peran gene...
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Pendaftaran 28 Sep–10 Okt
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka 28 Sep–10 Okt untuk siswa kelas V–VI SD/MI; 36 s...
Kemenkes: Deteksi H3N2 'Superflu' Lebih Rendah pada 2026
Kemenkes: meski influenza meningkat, deteksi H3N2 subclade K ('superflu') lebih rendah pada 2026 dibanding 2...
Merah Putih Bertanya: 750 Aktor Reenaksi Insiden Hotel Yamato
750 aktor menampilkan kembali insiden Hotel Yamato pada Sabtu, merekonstruksi penurunan dan pengoyakan bende...