Teknologi

GoTo Dukung Alokasi 92% untuk Pengemudi, Hentikan GoRide Hemat

Bagikan:
Pengemudi ojek online Gojek menunggu penumpang di Jakarta

Jakarta. GoTo (Gojek Tokopedia) menyatakan dukungan penuh terhadap Peraturan Presiden No. 27/2026 yang mewajibkan platform ride-hailing mengalokasikan minimal 92% dari tarif perjalanan kepada pengemudi. Pernyataan itu disampaikan CEO Hans Patuwo pada konferensi pers di kantor pusat GoTo, Selasa, sebagai respons terhadap kebijakan yang mulai diberlakukan pasca peresmian pada peringatan Hari Buruh dan Monas beberapa pekan lalu.

Dukungan resmi dan tujuan kebijakan

Menurut Hans, kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memprioritaskan kesejahteraan mitra pengemudi, meski berdampak pada pendapatan unit ride-hailing. Ia menilai aturan baru mencerminkan nilai kebangkitan nasional dalam konteks digital.

"Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital,"

"Seperti sering kami tekankan, kesejahteraan mitra driver selalu menjadi prioritas perusahaan,"

Rincian aturan dan perubahan komisi

Perpres No. 27/2026 menetapkan bahwa pengemudi online menerima minimal 92% dari total tarif, sementara operator platform atau applicators dibatasi maksimal mengambil 8% komisi. Sebelumnya, rata-rata alokasi bagi pengemudi berada di kisaran 80%.

Penyesuaian model bisnis: penghentian GoRide Hemat

Sebagai bagian dari penyesuaian, GoTo mengumumkan penghentian program GoRide Hemat, yang mulai diuji sejak November 2025 dan diperluas Februari 2026. Perusahaan menyatakan evaluasi internal menunjukkan model langganan tersebut perlu penyesuaian agar mendukung kesejahteraan pengemudi dan keberlanjutan ekosistem jangka panjang. Penghentian program akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Program kesejahteraan pengemudi yang dipertahankan

Hans menegaskan GoTo akan tetap melanjutkan sejumlah program kesejahteraan bagi mitra pengemudi. Program itu meliputi:

  • Bonus hari raya,
  • Perlindungan ketenagakerjaan dan kesehatan melalui BPJS,
  • Beasiswa untuk pengemudi dan anaknya,
  • Program umrah gratis,
  • Penempatan kerja, dan
  • Pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Dampak ke keuangan dan kinerja operasional

GoTo melaporkan laba bersih kuartal I 2026 sebesar Rp258 miliar, didukung pertumbuhan kuat dari unit jasa keuangan. Adjusted EBITDA naik 35% secara kuartalan menjadi Rp907 miliar. Ekspansi portofolio pinjaman GoTo Financial mendorong nilai kredit menjadi Rp9,9 triliun, naik 12,7% kuartal ke kuartal.

Namun segmen layanan on-demand (ODS) masih menunjukkan momentum yang lesu; gross transaction value turun secara kuartalan karena faktor musiman. Meski demikian, margin membaik dengan adjusted EBITDA margin ODS naik 35 basis poin menjadi 2,7%.

Item Angka Keterangan
Alokasi minimal ke pengemudi 92% Diatur Perpres No.27/2026
Komisi platform maksimal 8% -
Laba bersih Q1 2026 Rp258 miliar Pertama kalinya mencatat laba bersih
Adjusted EBITDA Rp907 miliar Naik 35% q/q
Portofolio pinjaman GTF Rp9,9 triliun Naik 12,7% q/q

Perusahaan menyatakan akan terus berdialog dengan otoritas untuk mendapatkan petunjuk teknis pelaksanaan aturan. GoTo juga menegaskan komitmen menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra pengemudi dan keberlanjutan bisnis di masa depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait