Teknologi

UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi

Bagikan:
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk hilirisasi energi nasional

Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional senilai Rp618,13 triliun. Pernyataan itu disampaikan Rektor UPER, Prof. Ichsan Setya Putra, dalam keterangan tertulis pada Jumat, 14 Agustus 2026. Langkah ini bertujuan mendorong hasil penelitian agar tidak hanya menjadi publikasi, tetapi siap diadopsi dan dihilirisasi oleh industri energi di Indonesia.

Peran UPER dalam hilirisasi dan nilai tambah riset

Prof. Ichsan menempatkan research for value creation sebagai arah utama pengembangan riset Universitas Pertamina. Ia menekankan pentingnya mendekatkan riset kepada ekosistem industri energi agar hasil penelitian lebih cepat diterapkan.

“Kami ingin mendorong riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi berkembang menjadi inovasi yang dapat diadopsi, dihilirisasi sekalgus menciptakan nilai bagi industri maupun masyarakat,” ujar Prof. Ichsan.

Menurutnya, paradigma riset perlu bergeser dari sekadar research output menuju upaya yang jelas menghasilkan nilai dan solusi nyata bagi sektor energi.

Kapasitas riset dan jejaring kolaborasi

Sejak berdiri hingga 2025, Universitas Pertamina mencatat lebih dari 1.200 penelitian dan sekitar 2.500 publikasi ilmiah. Institusi ini juga telah menghasilkan lebih dari 370 paten dan hak cipta, serta menjalin kerja sama dengan lebih dari 90 mitra di sektor energi dan internasional.

Jejaring tersebut menjadi modal UPER untuk memperluas kolaborasi riset dan mempercepat pemanfaatan hasil penelitian dalam industri.

Rencana lima tahun: Energy Innovation Hub dan pipeline hilirisasi

Dalam lima tahun ke depan, UPER akan mengembangkan Energy Innovation Hub untuk mempertemukan dosen, mahasiswa, industri, dan mitra riset nasional serta internasional. Ekosistem ini dirancang untuk memetakan hasil penelitian potensial dan menyediakan jalur menuju implementasi serta komersialisasi.

Prof. Ichsan menegaskan bahwa hilirisasi memerlukan kolaborasi intensif antara perguruan tinggi dan industri, serta model co-creation agar riset dapat menjawab persoalan nyata industri.

Kontribusi pada transisi energi dan SDGs

UPER juga memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Sustainability Center. Unit ini mengembangkan kajian dan kolaborasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, terutama terkait energi dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Prof. Ichsan menambahkan bahwa transisi energi tidak hanya soal sumber energi, tetapi juga penguasaan teknologi, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan riset.

Sebagai langkah awal, UPER akan memperluas riset bersama industri dan kemitraan internasional, serta memetakan hasil penelitian yang potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan. Upaya ini diarahkan untuk menyiapkan talenta dan inovasi yang mendukung transformasi sektor energi Indonesia.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait