PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bersama BPDP memperkenalkan kelapa sawit kepada pelajar SD di Medan melalui program edukasi pada 26–27 September 2026. Kegiatan ini digelar oleh PT Riset Perkebunan Nusantara dan melibatkan siswa SD Negeri 060793 serta MIS Ulumul Qur'an Medan untuk memperluas literasi sawit sejak dini.
Program dan tujuan
Program bertajuk Generasi Muda untuk Promosi Sawit Baik bertujuan memberi informasi yang tepat, objektif, dan berbasis ilmu pengetahuan kepada anak-anak. Kegiatan mendapat dukungan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan untuk memperluas jangkauan edukasi ke generasi muda.
Metode pembelajaran yang diterapkan
Pendekatan yang dipakai bersifat interaktif, edukatif, dan menyenangkan. Siswa mengikuti permainan, demonstrasi, diskusi ringan, serta kuis untuk memperkuat pemahaman.
Narasumber PPKS, M. Faisal, menyampaikan materi dengan bahasa sederhana agar mudah dicerna anak-anak. Ia mengenalkan bagian tanaman, bentuk tandan buah, dan manfaat produk turunan sawit.
"Buah sawit dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari," kata M. Faisal dalam keterangan pers tertulis, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kunjungan ke fasilitas penelitian
Selain pembelajaran di kelas, para siswa diajak melihat langsung fasilitas riset PPKS. Kunjungan memberi pengalaman langsung mengenai penelitian, inovasi, dan pengembangan sawit.
- Oil Palm Education Center — melihat produk turunan berbasis sawit
- Galeri Riset PPKS — mengenal varietas unggul dan hasil penelitian
- Laboratorium Pelayanan PPKS — menyaksikan demonstrasi pengujian sampel
Demonstrasi di laboratorium memperlihatkan penerapan ilmu pengetahuan secara sederhana sehingga materi terasa lebih konkret bagi siswa.
Dampak pendidikan dan prospek ke depan
PPKS menilai pengenalan sejak sekolah dasar penting untuk menumbuhkan literasi komoditas strategis nasional secara berkelanjutan. Pendekatan langsung diharapkan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap teknologi dan lingkungan.
Melalui kolaborasi PPKS dan BPDP, program ini diharapkan memperluas cakupan edukasi ke lebih banyak sekolah. Materi yang disiapkan mencakup aspek ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, lingkungan, dan peluang pengembangan sektor perkebunan.
Dengan pengalaman praktis dan penjelasan yang mudah dipahami, siswa diharapkan membawa pulang pengetahuan untuk dibagikan di lingkungan keluarga dan teman-teman, sekaligus memupuk minat terhadap perkembangan sektor perkebunan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...
Mendiktisaintek Dorong PTN BH Perkuat Budaya Riset
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong PTN BH memperkuat budaya riset lewat peningkatan pascasarjana, lab,...
Rosan Koordinasi soal Penghentian Proyek Data Center BDX di Jatiluhur
Rosan akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar terkait penghentian sementara proyek data center BDX di Jatilu...
BRIN Kajian Hot-Cool Media: Karakter Platform dan Pengaruhnya pada DPR RI
BRIN kaji relevansi teori hot-cool McLuhan untuk media sosial DPR RI, menekankan karakter platform, empat di...
Langit Oktober: 'Bintang Iblis' Algol dan Nebula Kepala Penyihir
Langit Oktober menampilkan Algol, "Bintang Iblis" yang berfluktuasi setiap tiga hari, dan Nebula Kepala Peny...
Bahaya Limbah Makanan dan Dampaknya pada Perubahan Iklim
Limbah makanan menyumbang 39,87% sampah nasional dan menghasilkan metana yang mempercepat perubahan iklim.