Midea Indonesia Perkuat Produksi Lokal dan Teknologi AI
Midea Electronics Indonesia memperkuat bisnis di Tanah Air lewat peningkatan manufaktur lokal, peluncuran ekosistem teknologi pintar, serta perluasan distribusi dan layanan purna jual. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Midea Paling Ideal #JujurSebagusItu di Mövenpick Hotel Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026, sebagai respons atas kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Penguatan manufaktur lokal
Midea kini mengoperasikan tiga fasilitas produksi di Indonesia: pabrik AC dan mesin cuci di Cikarang serta pabrik kulkas di Karawang. Ketiga fasilitas mulai dibangun sejak 2024 untuk mendekatkan proses manufaktur pada permintaan domestik dan meningkatkan ketersediaan produk.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Fasilitas produksi | 3 (AC & mesin cuci di Cikarang; kulkas di Karawang) |
| Area pemasaran | Lebih dari 470 area |
| Toko | Lebih dari 1.700 toko |
| Titik layanan purna jual | Lebih dari 310 |
| Teknisi profesional | 500 teknisi |
Ekosistem AI SMART MASTER dan teknologi pintar
Midea memperkenalkan ekosistem AI SMART MASTER yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan konektivitas pada produk rumah tangga. Ekosistem ini menghubungkan AC Celest (dengan fitur AI Ecomaster), kulkas Smart+ Sensor, mesin cuci, vacuum cleaner, cooker hood, hingga air purifier melalui aplikasi Midea SmartHome.
"Kami melihat bahwa konsumen semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fitur, tetapi juga mempertimbangkan apakah teknologi tersebut benar-benar membantu dan memudahkan aktivitas sehari-hari,"
— Hendry Wijaya, Product Management Head Midea Electronics Indonesia
Pengembangan fitur difokuskan pada efisiensi energi, ketahanan produk, kemudahan perawatan, serta program khusus untuk merawat berbagai jenis pakaian pada mesin cuci. Kulkas dikembangkan dengan kapasitas besar, teknologi inverter, dan pengaturan digital. Produk pemanas air menekankan aspek keamanan dan konektivitas.
Perluasan distribusi dan layanan purna jual
Untuk memperkuat akses pasar, Midea menjangkau lebih dari 470 area dan menempatkan produk di lebih dari 1.700 toko di seluruh Indonesia. Dukungan layanan meliputi lebih dari 310 titik layanan purna jual dan sekitar 500 teknisi profesional.
Pemasaran melalui kolaborasi global
Midea juga menambah strategi pemasaran lewat kerja sama global, termasuk kemitraan dengan klub sepak bola FC Barcelona dan keterlibatan di kompetisi AFC. Menurut pihak perusahaan, kolaborasi itu dimaksudkan untuk memperluas pengenalan merek melalui passion audiens olahraga.
"Kolaborasi dengan FC Barcelona dan AFC memberi kami ruang untuk memperkenalkan Midea dalam konteks yang lebih dekat dengan passion konsumen,"
— Hafizh Maulana, Marketing Communication Head Midea Electronics Indonesia
Kesimpulan: Midea menempatkan investasi pada manufaktur lokal, inovasi berbasis AI, dan jaringan layanan sebagai strategi jangka panjang untuk tumbuh di Indonesia. Langkah ini ditujukan agar merek tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga lebih relevan dan dekat dengan kebutuhan konsumen.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...
Mendiktisaintek Dorong PTN BH Perkuat Budaya Riset
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong PTN BH memperkuat budaya riset lewat peningkatan pascasarjana, lab,...
Rosan Koordinasi soal Penghentian Proyek Data Center BDX di Jatiluhur
Rosan akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar terkait penghentian sementara proyek data center BDX di Jatilu...
BRIN Kajian Hot-Cool Media: Karakter Platform dan Pengaruhnya pada DPR RI
BRIN kaji relevansi teori hot-cool McLuhan untuk media sosial DPR RI, menekankan karakter platform, empat di...
Langit Oktober: 'Bintang Iblis' Algol dan Nebula Kepala Penyihir
Langit Oktober menampilkan Algol, "Bintang Iblis" yang berfluktuasi setiap tiga hari, dan Nebula Kepala Peny...
Bahaya Limbah Makanan dan Dampaknya pada Perubahan Iklim
Limbah makanan menyumbang 39,87% sampah nasional dan menghasilkan metana yang mempercepat perubahan iklim.