Teknologi

Erlangga Luncurkan Program Final Sprint TKA di IIBF

Bagikan:
Peluncuran program Final Sprint TKA Erlangga di IIBF 2026 dengan peserta di JCC

Erlangga meluncurkan program bimbingan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bernama Final Sprint pada Kamis, 1 Oktober 2026. Acara digelar di Jakarta International Convention Center bersamaan dengan Panggung Utama Indonesia International Book Fair (IIBF) dan dihadiri ratusan pelajar yang mempersiapkan diri untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Tujuan program dan rangkaian acara

Program ini dirancang untuk memberi strategi belajar intensif dan pembinaan ketahanan fisik dalam tiga pekan menjelang hari ujian. Penyelenggara menyajikan sesi materi, praktik soal, dan pembinaan mental yang dipandu oleh guru, psikolog, dan alumni berprestasi.

  • Sesi strategi belajar intensif dan teknik pengerjaan soal;
  • Pelatihan ketahanan fisik untuk menjaga stamina ujian;
  • Sesi kesehatan mental dan teknik relaksasi;
  • Talkshow pengalaman alumni dan tips persiapan harian.

Saran strategi belajar dari para narasumber

Ketua MGMP Matematika SMA DKI Jakarta, Iman Santoso, memberikan arahan tentang konsistensi dan strategi belajar. Ia menegaskan bahwa proses belajar harus berkelanjutan dan tidak instan.

"Jadi proses itu harus berkesinambungan, harus ada strateginya juga tentunya agar apa yang tadi disampaikan oleh Mas Levi (pembicara lain-red) itu bisa kesampaian. Karena belajar itu tidak bisa instan," ujar Iman.

Iman juga menyinggung perubahan kebijakan penggunaan nilai TKA dalam memvalidasi nilai rapor.

"Mungkin zaman Mas Levi itu nilai TKA itu belum digunakan untuk sebagai salah satu bagian memvalidasi nilai rapor, ya. Tetapi untuk tahun ini, kalian perlu ketahui bahwa tahun ini fix bahwa nilai TKA itu akan digunakan untuk bagian memvalidasi nilai rapor kalian," kata Iman.

Kesehatan mental: atasi kecemasan ujian

Psikolog anak dan remaja Wikan Putri Larasati membahas tekanan psikologis yang sering muncul pada masa persiapan ujian. Ia menyarankan teknik pernapasan dan afirmasi untuk mengembalikan kejernihan berpikir.

"Kalau kita cemas, gugup, sebenarnya artinya kita care sama masa depan kita. Kita menganggap masa depan kita nih hal yang penting dan itu awal yang bagus gitu ya dibanding kita enggak cemas sama sekali," ucap Wikan.

"Tadi betul sekali kalau Kak Levi katakan kita harus punya target ya, punya tujuan supaya terarah jalan kita tuh terarah. Dan juga kalau bisa memang sesuatu yang memang bermakna buat kita, jadi kita selalu kalau udah lagi demotivasi, lagi agak mulai muncul malasnya, kita ingat lagi, semangat lagi," kata Wikan.

Pengalaman alumni dan dukungan praktis

Mahasiswa ITB, Farelevi Alfasahbary (Levi), berbagi motivasi dan metode belajarnya. Ia menekankan pentingnya tujuan yang jelas dan disiplin belajar sehari-hari.

"Tujuan aku waktu itu pastinya masuk ITB yang pertama. Yang kedua, ya pastinya bisa membanggakan kedua orang tua gitu, kan? Nah, hal-hal itu tuh yang bikin sudut pandang aku tuh belajar sungguh-sungguh," ujar Levi.

"Jadi sebelumnya ketika saya belajar TKA itu saya juga menggunakan buku Erlangga, Teman-teman. Nah, buku Erlangga ini ini serius ya, soal-soal di Erlangga itu tingkat kesulitannya hampir memadai dengan TKA yang langsung," ucap Levi.

Penyelenggara juga memberikan bingkisan berupa kartu transportasi modern kepada peserta untuk memudahkan mobilitas saat mengikuti rangkaian bimbingan.

Kesimpulan: Dengan waktu persiapan yang tinggal tiga pekan, penyelenggaraan Final Sprint ditujukan untuk memperkuat strategi belajar, menjaga kondisi mental dan fisik, serta memberikan dukungan praktis bagi peserta yang akan menghadapi TKA.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait