Teknologi

BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral

Bagikan:
Peta dan contoh batuan vulkanik Pacitan sebagai indikator magmatisme

BRIN menemukan tiga kelompok umur batuan vulkanik tua di Pacitan, Jawa Timur, yang merekam tahapan magmatisme sejak Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah. Temuan ini diperoleh melalui penanggalan U-Pb zircon dating dan dinilai memberikan petunjuk penting bagi identifikasi potensi endapan mineral logam bernilai ekonomi.

Temuan dan metode

Penelitian dilakukan oleh Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) BRIN di Pegunungan Selatan Jawa. Tim menggunakan metode U-Pb zircon dating untuk menentukan umur batuan secara akurat.

Hasil analisis menunjukkan batuan vulkanik di Pacitan tidak terbentuk dalam satu periode tunggal, melainkan terbagi menjadi tiga kelompok umur. Perbedaan umur ini merekam beberapa fase perkembangan aktivitas magmatik di kawasan selatan Pulau Jawa.

"Kami menggunakan metode U-Pb zirkon karena dinilai lebih stabil untuk menentukan umur batuan,"

"Dari penelitian ini, kami memperoleh tiga kelompok umur. Data tersebut menunjukkan tahapan perkembangan aktivitas magmatik di wilayah Pacitan,"

Makna geologi dan kaitan dengan mineral

Analisis karakter kimia batuan menunjukkan proses pembentukan magma berlangsung melalui beberapa fase. Faktor yang memengaruhi termasuk dinamika tektonik dan variasi aktivitas magmatisme di daerah tersebut.

Pemahaman perkembangan magmatik ini penting untuk merekonstruksi sejarah geologi Pulau Jawa dan menelusuri hubungan antara pembentukan batuan dengan potensi mineral di dalamnya. Karakteristik magma tertentu dapat menjadi indikator awal adanya endapan porfiri dan deposit logam lainnya.

Langkah penelitian berikutnya

Peneliti menyatakan akan melanjutkan kajian untuk menelaah peran magma adakit dan kaitannya dengan pembentukan endapan porfiri di Indonesia. Fokus ini diharapkan memperkuat dasar ilmiah untuk eksplorasi mineral yang lebih efektif.

"Penelitian selanjutnya akan difokuskan untuk mengkaji magma adakit dan hubungannya dengan pembentukan endapan porfiri di Indonesia. Kajian ini diharapkan dapat mendukung upaya pencarian sumber daya mineral yang lebih efektif pada masa mendatang,"

Kolaborasi dan manfaat luas

Kepala PRSDG BRIN menekankan pentingnya memperluas pemahaman hasil riset ke kalangan non-akademis dan pemangku kepentingan. Forum Diskusi Geologi Sumber Daya (DiGDaya) difungsikan untuk mempertemukan temuan riset dan memperkuat kolaborasi antarpeneliti.

"Hasil riset tersebut diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah bagi pengelolaan sumber daya mineral,"

Secara strategis, temuan ini juga relevan untuk pengembangan mineral kritis yang dibutuhkan pembangunan nasional. Temuan di Pacitan diharapkan menjadi pijakan untuk upaya eksplorasi dan pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait