Teknologi

Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar

Bagikan:
Teleskop Nancy Grace Roman mengamati Awan Magellan Besar

Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman berhasil melewati uji sistem pandu presisi pada September 2026 dan mencatat keberhasilan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Besar pada 22 September 2026. Pengujian ini menunjukkan teleskop mampu mempertahankan arah pengamatan sangat stabil, serta membuka jalan untuk pengujian teknologi pencitraan langsung planet dan objek redup.

Pengujian sistem pandu presisi

Tim misi mengonfirmasi sistem fine-guidance Roman mampu menjaga arahan teleskop dengan ketelitian lebih baik dari 1/100.000 derajat. Stabilitas ini memungkinkan pengamatan tajam selama rentang waktu dari hitungan menit hingga beberapa jam. Selain itu, tim mengembangkan metode acuan posisi yang memanfaatkan pola spektrum bintang, berbeda dari pendekatan umum yang mengandalkan instrumen pemandu khusus.

Coronagraph: cahaya pertama dari Awan Magellan Besar

Instrumen Coronagraph Roman untuk pertama kali berhasil menangkap cahaya dari sebuah bintang redup di Awan Magellan Besar pada 22 September 2026. Coronagraph dirancang untuk menghalangi cahaya bintang terang sehingga planet dan cakram debu di sekitarnya dapat terdeteksi lebih mudah.

Setelah deteksi awal, tim mendinginkan detektor untuk meningkatkan sensitivitas instrumen. Pengamatan lanjutan dilakukan untuk memastikan teleskop dapat mengarah secara akurat ke target. Hasil pengujian menunjukkan Coronagraph menghasilkan citra yang terfokus dan sesuai ekspektasi.

Progres teknis dan langkah berikutnya

Keberhasilan ini merupakan tahap awal sebelum instrumen menjalani rangkaian uji yang lebih kompleks. Nantinya, Coronagraph akan dipakai untuk menguji kemampuan pencitraan langsung planet dan objek redup di sekitar bintang terdekat. Tahapan pengujian selanjutnya akan mengevaluasi performa dalam kondisi pengamatan yang lebih menantang.

Implikasi bagi astronomi

Stabilitas pointing dan kemampuan Coronagraph membuka peluang pengamatan detail terhadap lingkungan bintang di galaksi tetangga. Keberhasilan ini juga menandai langkah penting menuju pengamatan langsung exoplanet yang lebih sensitif. Dengan data uji yang positif, tim akan melanjutkan pengujian untuk memvalidasi teknologi yang berpotensi merevolusi pencitraan angkasa dekat.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait