YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
Universitas YARSI memperkuat akses pendidikan bagi mahasiswa penyandang disabilitas melalui pelatihan tenaga kependidikan dan pengembangan fasilitas serta teknologi pembelajaran. Kebijakan itu disampaikan saat Pelatihan Strategi Pelayanan Prima yang Ramah Keberagaman Individu bagi tenaga kependidikan, Kamis, 13 Agustus 2026, di kampus YARSI. Langkah ini dimaksudkan untuk menyelaraskan layanan administrasi, metode pengajaran, dan infrastruktur agar pendidikan lebih inklusif.
Pelatihan untuk tenaga kependidikan
Rektor Universitas YARSI, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, menegaskan komitmen kampus menyediakan akses perkuliahan untuk penyandang disabilitas. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman tendik tentang masalah yang dihadapi mahasiswa disabilitas dan cara memberikan layanan yang tepat.
"Barusan kita menyaksikan acara untuk para tendik agar mereka memahami masalah yang dialami disabilitas. Juga bagaimana mereka bisa melayani dengan baik dan itu juga berlaku bagi dosen agar bisa memberikan perhatian sesuai," kata Ratna.
Fasilitas dan teknologi pendukung
Dosen dan Psikolog Klinis Pendidikan Universitas YARSI, Alabanyo Brebahama, menjelaskan tenaga kependidikan adalah garda terdepan layanan disabilitas. Menurutnya, upaya sumber daya manusia harus diikuti oleh dukungan teknologi pembelajaran agar layanan berjalan efektif.
"Untuk fasilitas sebenarnya belum lengkap, tetapi kita mulai dari segi sumber daya manusia dan teknologi pembelajaran. Nah, kita sendiri punya e-learning LAYAR yang memang sudah support buat disabilitas fisik, disabilitas netra. Kemudian kita ada di smart class, collaborative smart classroom," ujar Banyo.
YARSI menyediakan kelas hybrid dan platform e-learning LAYAR yang mendukung fitur pembacaan layar. Namun, kampus juga mengakui masih ada kekurangan pada infrastruktur fisik yang mendukung aksesibilitas.
- Belum ada guiding block yang memadai
- Lift dengan panduan suara belum merata
- Toilet disabilitas belum tersedia secara konsisten di semua lokasi
Menuju layanan disabilitas terkoordinasi
Sebelumnya penanganan mahasiswa disabilitas dilakukan per program studi berdasarkan kebutuhan yang muncul. YARSI kini mendorong pendirian unit layanan disabilitas khusus untuk memastikan penanganan lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
"Jadi di balik keterbatasan belum ada guiding block, belum ada lift yang bersuara, belum ada toilet disabilitas yang merata. Tapi kita punya teknologi pembelajaran yang support untuk pembelajaran inklusif," kata Banyo.
Implikasi dan langkah ke depan
Ratna berharap perubahan sikap masyarakat terhadap disabilitas sehingga kondisi itu tidak menjadi penghalang berprestasi. YARSI akan melanjutkan pelatihan, pengembangan teknologi, dan perencanaan infrastrukstur agar layanan inklusif menjadi standar kampus.
Upaya ini menempatkan sumber daya manusia, metode pengajaran, dan teknologi sebagai pilar awal. Selanjutnya fokus akan bergeser ke pembenahan infrastruktur fisik dan pembentukan unit layanan khusus untuk memastikan keberlanjutan layanan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Alumni PENABUR Tembus Akademik Jepang lewat Lomba Ilmu Pangan
Clement Angkawidjaja, alumni SMAK 3 PENABUR, memulai dari lomba ilmu pangan di IPB hingga berkarier sebagai...
IHCBS 2026: AI Harus Diiringi Kesiapan Sumber Daya Manusia
IHCBS 2026 menekankan AI harus berpusat pada manusia dan didukung kesiapan SDM agar meningkatkan kompetensi...
LEMS Dikerahkan Astronaut Artemis untuk Pantau Aktivitas Bulan
LEMS, alat seismik modular NASA, siap dikerahkan oleh astronaut Artemis di kutub selatan Bulan untuk memanta...
LINK Siap Dekati dan Naikkan Orbit Observatorium Swift NASA
Katalyst Space unggah pembaruan 12 Agustus 2026 sehingga LINK dapat mendekati dan menaikkan orbit Observator...
Kru Ekspedisi 75 Periksa Pembuluh Darah dan Perlengkapan Antariksa
Kru Ekspedisi 75 melakukan pemeriksaan pembuluh darah dan pengecekan pakaian antariksa sebagai persiapan EVA...
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Terlihat di Greenland, Islandia, dan Spanyol
Gerhana Matahari total 12 Agustus 2026 akan terlihat di Greenland, Islandia, dan Spanyol; fase totalitas ber...