BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode deteksi residu pestisida pada teh menggunakan nanopartikel perak dan teknologi Surface-Enhanced Raman Spectroscopy (SERS). Pada uji laboratorium yang dipaparkan Selasa, 11 Agustus 2026, pendekatan ini mampu mendeteksi deltamethrin hingga konsentrasi 0,01 ppm.
Metode dan hasil uji laboratorium
Tim peneliti Pusat Riset Fotonika BRIN memanfaatkan nanopartikel perak untuk memperkuat sinyal Raman molekul pestisida. Sampel teh diuji dengan variasi konsentrasi deltamethrin mulai dari 500 ppm hingga 0,01 ppm.
Sampel dicampurkan dengan larutan nanopartikel perak hingga volume sekitar tiga mililiter dalam kuvet, lalu dianalisis menggunakan spektroskopi Raman. Metode ini menghasilkan pola spektrum yang memudahkan identifikasi sidik jari molekul.
Pembuatan nanopartikel perak
Nanopartikel perak diproduksi menggunakan laser femtosecond, yaitu pulsa cahaya berdurasi sangat singkat. Larutan prekursor perak disinari laser sehingga terbentuk spesies reaktif yang mengubah ion logam menjadi atom, lalu bergabung membentuk partikel nano.
Proses ini menghasilkan partikel berukuran rata-rata sekitar 8 nanometer. Pembentukan nanopartikel terlihat secara kasatmata melalui perubahan warna larutan menjadi kekuningan.
Cara kerja dan keuntungan SERS
Pada skala nanometer, perak menunjukkan fenomena plasmonik yang meningkatkan medan elektromagnetik di permukaan partikel. Ketika molekul deltamethrin berada dekat permukaan nanopartikel dan terkena cahaya laser, sinyal Raman molekul mengalami penguatan.
"Prinsip sederhananya, kita memanfaatkan nanopartikel perak untuk memperkuat sinyal Raman dari molekul yang ingin dideteksi. Jadi, sinyal yang awalnya sangat lemah dapat dibuat lebih kuat sehingga karakteristik molekulnya lebih mudah terbaca," ujar Affi Nur Hidayah, peneliti Pusat Riset Fotonika BRIN.
Keunggulan yang ditonjolkan adalah bentuk larutan nanopartikel yang bisa langsung dicampurkan ke sampel. Pendekatan ini menyederhanakan preparasi karena tidak memerlukan pembuatan substrat SERS yang terkontrol.
Keterbatasan dan langkah validasi
Meski mampu mendeteksi hingga 0,01 ppm dalam percobaan laboratorium, metode ini masih dalam tahap pengembangan. Menurut Affi, masih diperlukan uji lebih lanjut untuk menilai selektivitas, reproduksibilitas, dan kestabilan nanopartikel.
"Masih ada tahapan yang perlu dilakukan sebelum metode ini dapat diterapkan secara luas, kita perlu memastikan bahwa hasil pengukurannya konsisten, selektif, stabil, dan tervalidasi menggunakan sampel nyata," kata Affi.
Implikasi untuk keamanan pangan
Di Indonesia, batas maksimum residu deltamethrin pada teh ditetapkan 10 ppm; temuan BRIN menunjukkan potensi deteksi di bawah ambang tersebut. Jika tervalidasi, teknologi ini dapat mempercepat skrining kontaminan pangan dengan proses preparasi lebih sederhana.
Peneliti menilai pendekatan SERS berbasis larutan berpeluang dikembangkan untuk analit lain selama molekul tersebut memiliki respon Raman yang dapat diperkuat.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Galaxy Z Fold8 Permudah Workflow Konten dengan Kamera 50MP
Galaxy Z Fold8 memadukan kamera 50MP, ProVisual Engine, Galaxy AI, dan layar 7,6 inci untuk mempercepat work...
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Terlihat di Spanyol
Gerhana Matahari total melintasi Spanyol pada 12 Agustus 2026; jalur totalitas juga melewati Greenland, Isla...
Mike Fincke Tinggalkan NASA setelah 30 Tahun Mengabdi
Astronaut Mike Fincke meninggalkan NASA setelah 30 tahun, empat misi, 549 hari di orbit, dan sembilan spacew...
Alumni PENABUR Tembus Akademik Jepang lewat Lomba Ilmu Pangan
Clement Angkawidjaja, alumni SMAK 3 PENABUR, memulai dari lomba ilmu pangan di IPB hingga berkarier sebagai...
IHCBS 2026: AI Harus Diiringi Kesiapan Sumber Daya Manusia
IHCBS 2026 menekankan AI harus berpusat pada manusia dan didukung kesiapan SDM agar meningkatkan kompetensi...
LEMS Dikerahkan Astronaut Artemis untuk Pantau Aktivitas Bulan
LEMS, alat seismik modular NASA, siap dikerahkan oleh astronaut Artemis di kutub selatan Bulan untuk memanta...