Teknologi

LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel

Bagikan:
Pembukaan kampus LSBA Bekasi di LSPR Transpark Bekasi pada 15 Agustus 2026

London School Beyond Academy (LSBA) resmi membuka kampus baru di LSPR Transpark Bekasi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kehadiran kampus ini bertujuan memperkuat pendidikan vokasional bagi anak berkebutuhan khusus melalui pembelajaran praktik, magang, dan pelatihan kewirausahaan.

Pembukaan dan dukungan pemerintah

Pendamping Menteri Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, menyambut baik pembukaan LSBA Bekasi dan menilai inisiatif ini memperkuat ekosistem pendidikan serta pemberdayaan anak berkebutuhan khusus.

“Setelah pendidikan formal, kita harus menyiapkan anak-anak untuk menjadi lebih mandiri, bermartabat, dan bisa diterima di masyarakat,”

Pendamping Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Shinta Maruarar Sirait, juga mendorong akses pasar bagi produk hasil karya peserta agar pengalaman profesional meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Mereka tahu itu hasil karya mereka dan dibeli secara profesional,”

Program, durasi, dan kapasitas

Direktur LSBA, Associate Professor Dr. Chrisdina, menyatakan kurikulum disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan tiap peserta. Pembelajaran menekankan praktik langsung dan pengembangan keterampilan sosial.

“Pembelajaran di LSBA menekankan praktik langsung dengan program yang disesuaikan dengan kemampuan peserta,”

LSBA Bekasi menawarkan empat bidang keterampilan dengan durasi enam semester pembelajaran diikuti dua semester pelatihan kerja. Calon peserta adalah lulusan SMA atau sederajat yang terlebih dahulu menjalani asesmen.

  • Bidang keterampilan: Tata Boga; Kriya; Administrasi Perkantoran; Digital Desain dan Cetak.
  • Durasi: 6 semester kuliah + 2 semester pelatihan kerja.
  • Kapasitas: maksimal 70 peserta per angkatan.

Fasilitas dan mitra magang

Fasilitas di kampus Bekasi meliputi laboratorium tata boga, sablon, kriya, dan kerajinan tangan yang mendukung pembelajaran praktik.

  • Laboratorium Tata Boga
  • Sablon
  • Kriya dan Kerajinan Tangan

Beberapa peserta LSBA telah mengikuti magang di perusahaan dan institusi, antara lain Tokio Marine Indonesia, Hotel Borobudur Jakarta, dan Kementerian Sosial.

Pengalaman peserta: magang dan kewirausahaan

Founder dan CEO LSPR Institute, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, menjelaskan LSBA berdiri sejak 2011 dari kepedulian terhadap keterbatasan akses pendidikan. Saat itu peserta hanya enam sampai tujuh orang; kini jumlahnya sekitar 120 anak.

Prita menekankan pentingnya pengalaman kerja dan kewirausahaan sebagai sarana keluar dari zona nyaman serta membangun kemandirian.

“Job training ini penting sekali. Anak-anak belajar bertemu banyak orang dan keluar dari comfort zone,”

Ia memberi contoh peserta bernama Birhop yang kini magang di Hotel Borobudur Jakarta sebagai penyambut tamu. Contoh lain, Raisya yang mampu membuat dan menjual roti di lingkungan Kementerian Sosial.

“Ketika Raisya bisa menjual roti, saya bilang ini kemajuan yang luar biasa,”

Inklusi dan metode pembelajaran

LSBA menerapkan pendidikan inklusif melalui interaksi antar peserta dengan mahasiswa LSPR. Pendekatan pembelajaran menggabungkan fun learning, visual, dan auditori serta aspek pedagogis, teknologi, dan emosional sesuai kebutuhan peserta.

Prospek dan harapan

Pendirian LSBA Bekasi diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan keterampilan menuju dunia kerja, kewirausahaan, dan kehidupan yang lebih mandiri.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait