Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascagempa yang melanda beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama adalah mengembalikan operasional rumah sakit dan puskesmas terdampak agar pelayanan medis dasar tetap berjalan, dengan target jangka pendek yang jelas.
Prioritas pemulihan rumah sakit
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemulihan fungsi rumah sakit menjadi prioritas utama. Kemenkes menargetkan semua RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu minggu.
“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,”
Pemulihan difokuskan pada layanan esensial, seperti operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisa. Untuk lokasi dengan kerusakan berat, Kemenkes menyiapkan fasilitas tambahan agar penanganan gawat darurat tidak terhambat.
Lokasi terdampak dan respons darurat
Laporan situasi per 15 Agustus mencatat gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di NTT. Wilayah terdampak tercatat sebagai berikut:
- Sikka
- Ende
- Manggarai Timur
- Nagekeo
- Manggarai Barat
- Manggarai
- Ngada
- Flores Timur
Dua fasilitas mendapat perhatian khusus, yakni RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Tim medis dan fasilitas lapangan telah bergerak menuju lokasi terparah untuk memperkuat layanan darurat.
“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut,”
Untuk RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil pada Senin, 17 Agustus 2026. Fasilitas ini dilengkapi ruang operasi untuk mendukung pelayanan medis dasar dan penanganan gawat darurat.
Sistem rujukan dan target puskesmas
Untuk memperkuat rujukan, Kemenkes menetapkan RSUD Borong dan RSUD Komodo sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien dari Nagekeo yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. RSUD Borong sebelumnya masuk dalam program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam, sedangkan RSUD Komodo memiliki target rujukan empat jam.
“Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas rusak akibat gempa dapat kembali beroperasi maksimal dalam waktu dua minggu. Pelayanan dasar ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi prioritas utama selama proses pemulihan layanan kesehatan,”
Kemenkes terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan dukungan logistik serta sumber daya manusia tambahan untuk memastikan layanan kesehatan dasar tidak terputus selama masa pemulihan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Puskesmas Jemput Bola CKG: 700 Siswa Diperiksa di Bekasi
Puskesmas Duren Jaya jemput bola Cek Kesehatan Gratis di SD Santa Maria Monica, Bekasi; 700 siswa diperiksa,...
CKG Jaktim Temukan Anemia dan Hipertensi pada Pelajar
CKG Jakarta Timur menemukan banyak pelajar mengalami tekanan darah tinggi dan anemia pada periode Januari–Ju...
Pemanasan dan Pendinginan: Kunci Olahraga Lebih Aman
Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah olahraga, menurunkan risiko cedera...
Jangan Abaikan Nyeri Sendi Berulang, Bisa Jadi Autoimun
Nyeri sendi berulang bisa jadi tanda autoimun seperti RA; waspadai pembengkakan, kekakuan pagi hari, dan seg...
Dari Tikus ke Manusia: Cara Leptospirosis Menyebar
Leptospirosis menyebar lewat air atau tanah tercemar urine hewan, terutama tikus; gejala mirip flu namun ber...
Legislator Desak Insentif bagi Ibu Rumah Tangga sebagai Investasi SDM
Anggota DPR Viktor Laiskodat mendorong negara memberi insentif dan perlindungan bagi ibu rumah tangga sebaga...