Hiburan

Kemenbud Rilis Aransemen Baru ‘Hari Merdeka’ untuk Milenial

Bagikan:
Peluncuran aransemen baru lagu Hari Merdeka bersama penyanyi lintas generasi

Kementerian Kebudayaan merilis aransemen baru lagu Hari Merdeka karya Husein Mutahar pada 17 Agustus 2026 untuk mendekatkan lagu perjuangan kepada generasi muda. Peluncuran menandai langkah awal proyek yang menurut kementerian akan dilanjutkan ke lagu-lagu perjuangan lain.

Kolaborasi lintas generasi

Aransemen dikerjakan oleh Erwin Gutawa dan melibatkan penyanyi lintas generasi. Di antara nama yang tampil adalah Harvey Malaihollo, Ahmad Albar, Judika, Titi DJ, Vina Panduwinata, Rita Butar-butar, Runtah Naya, Sabrina, dan Novia Bachmid.

Alasan dan target proyek

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan pilihan musik saat ini sangat beragam sehingga lagu kebangsaan dan lagu perjuangan perlu disajikan dengan tetap menjaga nilai sejarah namun lebih dekat dengan pendengar masa kini. Dia menekankan pentingnya pengenalan kembali kepada generasi milenial dan Gen Z, tidak hanya dari aspek musik tetapi juga kisah di balik lagu.

"Tentu karena di balik lagu-lagu ini ada ceritanya. Tokoh-tokoh yang membuatnya juga adalah orang-orang yang waktu itu ikut berjuang,"

Rencana repertori dan tujuan edukasi

Fadli Zon menyebut Hari Merdeka sebagai langkah awal. Menurutnya, proyek dapat dilanjutkan ke lagu-lagu lain seperti Syukur dan Dari Sabang Sampai Merauke, terutama jika dibawakan oleh para maestro lintas generasi yang mampu menarik minat pendengar muda.

"Lagu Hari Merdeka mungkin permulaan, jadi lagu Syukur, Dari Sabang Sampai Merauke. Dan yang lain-lain, kalau dinyanyikan oleh maestro-maestro lintas generasi, pasti akan menarik,"

Peluncuran dan akses publik

Video aransemen baru ditayangkan perdana di televisi dan menghadirkan Fadli Zon, Erwin Gutawa, Harvey Malaihollo, serta Novia Bachmid. Setelah penayangan awal, video ini tersedia melalui kanal resmi Kementerian Kebudayaan di YouTube untuk menjangkau penonton lebih luas.

Sejarah singkat dan inisiatif lagu nasional baru

Hari Merdeka diciptakan oleh Husein Mutahar pada 1946 dan termasuk lagu perjuangan untuk peringatan kemerdekaan. Selain aransemen ulang, Kementerian Kebudayaan juga mendorong lahirnya lagu-lagu nasional baru yang mengangkat tema nasionalisme dan patriotisme.

Dengan langkah ini, kementerian berharap lagu-lagu perjuangan tidak hanya dikenang sebagai artefak sejarah, tetapi juga menjadi bagian hidup musikal generasi sekarang.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait