Hiburan

GBN 2026 Hibur Istana Merdeka pada HUT ke-81 RI

Bagikan:

Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 tampil memukau di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, saat peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Penampilan paduan suara dan orkestra ini merupakan upaya Kementerian Kebudayaan untuk menampilkan semangat persatuan muda melalui tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Siapa, berapa, dan bagaimana

GBN 2026 menampilkan 182 talenta muda yang berasal dari 38 provinsi. Pertunjukan ini dipandu oleh konduktor Vincent Wiguna dan berlangsung sejak rangkaian pra-upacara hingga detik proklamasi. Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Inspektur Upacara dan dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih.

Para peserta terpilih melalui audisi nasional yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pada tahap pendaftaran tercatat 1.034 paduan suara dan 301 pendaftar orkestra, menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap kegiatan kebudayaan berskala nasional.

Makna dan pesan kebudayaan

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menilai GBN menjadi cerminan kekayaan budaya Indonesia di panggung kenegaraan. Ia mengatakan kehadiran peserta menonjolkan berbagai identitas daerah yang berbeda namun menyatu dalam upacara negara.

"Terdiri dari 182 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia, kehadiran mereka menunjukkan keberagaman bangsa kita yang luar biasa. Mulai dari pakaian adat yang dikenakan, asal budaya, hingga bahasa daerah masing-masing,"

Mahendra juga menekankan bahwa pilihan lagu-lagu perjuangan dan nasional selama upacara membantu mempromosikan repertoar daerah ke panggung nasional. Hal ini menurutnya memperkuat peran seni musik sebagai medium edukasi dan pengikat kebangsaan.

Pesan dari Menbud

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mendorong generasi muda untuk mengisi kemerdekaan lewat karya, prestasi, serta pelestarian budaya. Ia menyoroti pentingnya kontribusi aktif generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

"Mari kita rawat keberagaman sebagai anugerah, kebudayaan sebagai akar identitas. Persatuan sebagai kekuatan, gotong royong sebagai jalan, dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan,"

Repertoar yang dibawakan

Penampilan GBN 2026 dibuka dengan enam nomor yang dipilih khusus untuk suasana kenegaraan. Susunan lagu mencerminkan perpaduan karya klasik dan lagu daerah yang diaransemen kembali untuk format paduan suara dan orkestra.

  1. “Perdamaian” (Ciptaan: Abu Ali Haidar | Aransemen: Alvin Witarsa)
  2. “Dwi Warna” (Ciptaan: Husein Mutahar | Aransemen: Singgih Sanjaya)
  3. “Laksamana Raja Dilaut” (Ciptaan: Ngah & Iyet | Dinyanyikan oleh Dwi Rahma Aulia dari Sumatera Barat)
  4. “Candra Buana” (Ciptaan: Ismail Marzuki | Aransemen: Purwa Tjaraka)
  5. “Aku Indonesia” (Ciptaan: Simhala & Tantranumata | Aransemen: Alvin Witarsa)
  6. Medley Lagu Daerah (Aransemen: Alvin Witarsa)
    • Sayang Selayak (Sumatera Selatan)
    • Sabilulungan (Jawa Barat)
    • Palu Nataku (Sulawesi Tengah)
    • Bebilin (Kalimantan Utara)
    • Mana Lolo Banda (Nusa Tenggara Timur)

Penampilan GBN 2026 di Istana Merdeka tidak hanya menjadi pertunjukan estetis, tetapi juga sarana penguatan identitas kebangsaan. Ke depan, model program seperti ini dipandang strategis untuk terus melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya dan pendidikan nasional melalui seni.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait