Sanga Sanga Tembus Regulasi Eropa, Perkuat Ekspansi Global
Sanga Sanga, merek herbal wellness asal Indonesia, berhasil memperoleh izin CPNP Eropa untuk seri Classic dan Ultimate, sehingga produk resmi dapat dipasarkan di Uni Eropa. Pencapaian ini diumumkan saat perusahaan merayakan ulang tahun kedua di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026, di bawah kepemimpinan Pendiri & CEO Riva Effrianti.
Transformasi dari Kutus Kutus dan tantangan yang dihadapi
Sanga Sanga merupakan transformasi resmi dari racikan awal Kutus Kutus karya Bambang Pranoto. Transformasi ini meliputi penguatan kualitas, legalitas, dan strategi ekspansi internasional. Proses perubahan tidak mudah; perusahaan harus menyesuaikan regulasi, memperkuat distribusi nasional, serta membangun kembali kepercayaan konsumen.
Riva Effrianti menyampaikan bahwa tim memulai banyak hal dari awal untuk menjaga kualitas dan distribusi.
"Kami memulai kembali banyak hal dari awal. Tidak hanya membangun brand. Namun, juga memastikan kualitas, distribusi, dan kepercayaan konsumen tetap terjaga," kata Riva di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.
Pencapaian dan pengakuan
Dalam dua tahun terakhir, Sanga Sanga meraih sejumlah penghargaan dan peran internasional yang menegaskan posisi merek. Pencapaian tersebut memperkuat klaim kualitas dan inovasi produk.
- Superbrands Indonesia 2026
- Penghargaan Rekor MURI 2024
- Partisipasi sebagai delegasi Indonesia pada WIPO General Assembly 2025 di Jenewa
- Penghargaan Inovator Produk Herbal Berkualitas Bali 2025
- Izin CPNP Eropa untuk seri Classic dan Ultimate
Strategi pemasaran dan produk baru
Untuk memperluas jangkauan pasar, Sanga Sanga mengintensifkan pemasaran digital lewat marketplace, jaringan radio, televisi nasional, dan event komunitas. Aktivitas promosi juga digelar di kota-kota besar untuk meraih segmen konsumen yang lebih luas.
Pada momentum ulang tahun kedua, perusahaan meluncurkan produk baru bernama Sanga Sanga Gatalin, diformulasikan untuk membantu mengatasi keluhan gatal-gatal dan menjaga kesehatan kulit.
Dukungan masyarakat dan prospek ke depan
Bambang Pranoto, founder PT Kutus Kutus Herbal, menilai keberhasilan Sanga Sanga tak lepas dari dukungan masyarakat terhadap produk herbal lokal.
"Sanga Sanga dibangun bukan hanya oleh produk, tetapi juga oleh kepercayaan dan loyalitas masyarakat Indonesia," ujar Bambang Pranoto.
Dengan kombinasi pengakuan nasional, izin pasar Eropa, dan strategi pemasaran yang diperkuat, Sanga Sanga menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memperkuat posisi brand wellness herbal Indonesia di pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sentralisasi Pengadaan Alkes Hemat Rp10,25 Triliun, Kemenkes Ungkap
Kemenkes menyebut sentralisasi pengadaan alkes memangkas pengeluaran Rp10,25 triliun atau 52% dari estimasi...
Menkes: Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota
Pemerintah akan membangun dan merenovasi laboratorium kesehatan di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat s...
Puskesmas Jemput Bola CKG: 700 Siswa Diperiksa di Bekasi
Puskesmas Duren Jaya jemput bola Cek Kesehatan Gratis di SD Santa Maria Monica, Bekasi; 700 siswa diperiksa,...
CKG Jaktim Temukan Anemia dan Hipertensi pada Pelajar
CKG Jakarta Timur menemukan banyak pelajar mengalami tekanan darah tinggi dan anemia pada periode Januari–Ju...
Pemanasan dan Pendinginan: Kunci Olahraga Lebih Aman
Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah olahraga, menurunkan risiko cedera...
Jangan Abaikan Nyeri Sendi Berulang, Bisa Jadi Autoimun
Nyeri sendi berulang bisa jadi tanda autoimun seperti RA; waspadai pembengkakan, kekakuan pagi hari, dan seg...