Pameran 'Labbayk: Here I Am' Angkat Kisah Muslim Belanda
Pusat Kebudayaan Belanda menampilkan pameran fotografi Labbayk: Here I Am yang memotret pengalaman Muslim Belanda saat menunaikan umrah dan haji. Pameran dibuka pada 19 Mei 2026 di Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis), Jakarta Selatan, dan berlangsung untuk umum pada 20 Mei hingga 29 Agustus 2026.
Ide dan latar belakang pameran
Fotografer Muslimah Ebru Aydin mengangkat proyek ini setelah melakukan perjalanan ke Tanah Suci sebanyak tiga kali. Ia menyatakan minat generasi muda Muslim Belanda pada ibadah umrah dan haji meningkat, tetapi cerita mereka jarang muncul di media Belanda.
"Saya melihat banyak Muslim muda ingin pergi ke sana, tetapi saya tidak melihat banyak cerita tentang mereka di media Belanda,"
Ebru mengatakan pameran ini bertujuan memberi ruang pada narasi tersebut dan menampilkan keberagaman identitas komunitas Muslim di Belanda.
Isi pameran
Pameran menampilkan 15 potret yang merekam momen ibadah, pakaian, dan nuansa kota-kota suci. Foto-foto ini menonjolkan warna khas Mekkah dan Madinah serta dominasi warna putih ihram, yang menjadi simbol cahaya dan penyucian.
- Jumlah karya: 15 potret
- Fokus visual: warna putih ihram dan lanskap kota suci
- Tema: pengalaman spiritual dan identitas lintas budaya
Dalam setiap foto, Ebru berusaha menghadirkan perjalanan spiritual sekaligus menunjukkan ragam latar budaya jamaah. Visual-visual itu menekankan momen-momen kolektif sekaligus pengalaman individual para peziarah.
Makna spiritual menurut pejabat
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memberi penjelasan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik. Ia menegaskan bahwa haji merupakan proses penyucian diri yang mempertemukan jutaan umat dari berbagai bangsa dan budaya untuk tujuan spiritual yang sama.
"Haji merupakan perjalanan spiritual untuk Tuhan, proses penyembuhan diri. Dan penyatuan manusia dengan Sang Pencipta,"
Pernyataan ini mengikat tema pameran dengan perspektif agama: perjalanan ibadah sebagai pengalaman kolektif yang kaya akan keberagaman identitas.
Informasi kunjungan
Pameran dapat dikunjungi tanpa dipungut biaya. Waktu pameran adalah 20 Mei hingga 29 Agustus 2026 di Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis). Pameran terbuka bagi umum dan diharapkan menarik minat pengunjung yang ingin memahami dinamika Muslim Belanda melalui lensa fotografi.
Dengan menghadirkan kisah-kisah pribadi dalam format visual, Labbayk: Here I Am menawarkan perspektif baru tentang bagaimana identitas, iman, dan budaya bertaut saat Muslim Belanda menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...
Menbud Fadli Dorong Film Kepahlawanan Isi Bioskop Indonesia
Menbud Fadli Zon mendorong produksi film kepahlawanan agar mengisi bioskop, memperkuat identitas bangsa, dan...
Kemenbud Kontrak 19 Film Kepahlawanan, Produksi Dimulai 2027
Kemenbud menandatangani kontrak 19 film narasi kepahlawanan—6 panjang dan 13 pendek—dengan produksi dijadwal...
Netflix Konfirmasi Wednesday Musim 3 Rampung Produksi
Netflix mengumumkan produksi Wednesday Musim 3 rampung pada 1 Oktober 2026, dengan Jenna Ortega kembali seba...