Kesehatan

Gregoria Mundur dari Pelatnas karena Vertigo

Bagikan:
Gregoria Mariska Tunjung fokus pemulihan dari vertigo

Gregoria Mariska Tunjung mengumumkan mundur dari Pelatnas PBSI pada Jumat, 15 Mei 2026 untuk fokus pemulihan dari vertigo. Keputusan diambil karena kondisi kesehatannya yang terganggu oleh serangan vertigo berulang, sehingga dia memilih istirahat dari program pelatnas.

Kronologi pengunduran dan gejala

Gregoria menyatakan mulai mengalami serangan vertigo parah sejak Maret 2026. Setiap episode berlangsung sekitar empat sampai lima jam, disertai muntah dan kehilangan keseimbangan hingga membutuhkan perawatan medis.

"Saya mengalami vertigo atau migrain parah yang terjadi beberapa kali sejak akhir Maret. Setiap episodenya berlangsung selama empat sampai lima jam, di mana saya kehilangan keseimbangan, muntah, dan tidak bisa melakukan apa pun kecuali berbaring."

Ia juga menuturkan bahwa gejala sering muncul tiba-tiba dan sulit diprediksi. Kondisi ini langsung mengganggu rutinitas latihan dan kegiatan sehari-hari sebagai atlet.

"Satu menit saya merasa baik. Kemudian semua jadi tidak baik-baik saja, segalanya tidak bisa diprediksi."

Apa itu vertigo?

Vertigo adalah gejala, bukan penyakit tunggal. Gejala ini muncul sebagai sensasi berputar pada diri sendiri atau lingkungan, yang sering disertai kehilangan keseimbangan.

"Penyebab vertigo umumnya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam atau otak. Vertigo membuat penderitanya mengalami pusing hingga merasa dirinya atau sekelilingnya berputar."

Penjelasan medis menunjukkan vertigo dapat bersumber dari gangguan sistem keseimbangan, termasuk masalah pada telinga bagian dalam atau jalur saraf yang menghubungkan telinga dan otak.

Faktor risiko dan pemicu

Beberapa kondisi meningkatkan risiko munculnya vertigo. Faktor utama meliputi:

  • Usia di atas 50 tahun
  • Jenis kelamin perempuan
  • Riwayat cedera kepala atau gangguan telinga
  • Pernah mengalami vertigo sebelumnya atau riwayat keluarga
  • Stres berat dan kurang istirahat
  • Konsumsi obat tertentu seperti antidepresan atau antipsikotik, serta minuman beralkohol

Dampak pada aktivitas dan rekomendasi

Vertigo bisa tiba-tiba dan menyebabkan risiko cedera. Untuk itu, penderita dianjurkan menghindari aktivitas berbahaya sampai kondisinya stabil, misalnya mengemudi, mengoperasikan mesin berat, atau olahraga intens.

Dalam konteks atlet, serangan yang tak terduga mengganggu jadwal latihan dan kompetisi. Gregoria memilih mundur sementara dari pelatnas untuk memfokuskan perawatan dan pemulihan agar kondisinya dapat dievaluasi lebih lanjut oleh tim medis.

Penutup

Keputusan mundur ini menempatkan prioritas pada kesehatan jangka panjang atlet. Proses pemulihan vertigo memerlukan evaluasi penyebab mendasar dan penanganan medis yang tepat sebelum kembali ke beban latihan penuh.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait