CKG Jaktim Temukan Anemia dan Hipertensi pada Pelajar
Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy menyatakan tim menemukan banyak pelajar dengan tekanan darah tinggi dan anemia saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode Januari–Juni 2026. Temuan ini terungkap saat peninjauan di SMKN Cipayung, Kamis, 13 Agustus 2026.
Temuan utama CKG Januari–Juni 2026
Pelaksanaan CKG di sekolah-sekolah Jakarta Timur menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang perlu mendapat perhatian segera. Tekanan darah tinggi menjadi temuan paling sering, diikuti oleh kurangnya aktivitas fisik dan kasus anemia pada sebagian siswa.
| Temuan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Tekanan darah meningkat | 11.773 | Sekitar 43% peserta pemeriksaan |
| Aktivitas fisik kurang | 8.149 | Sekitar 36% peserta pemeriksaan |
| Anemia | 770 | Dari 1.971 anak yang diperiksa hemoglobin |
Penyebab yang diidentifikasi
Arief menyebut pola makan menjadi salah satu penyebab utama temuan anemia dan tekanan darah tidak normal pada remaja. Konsumsi junk food dan fast food dengan kecukupan gizi rendah serta kebiasaan diet ketat memperbesar risiko kekurangan hemoglobin.
“Dari pelaksanaan CKG sejauh ini banyak anak-anak sekolah yang mengalami tekanan tinggi (hipertensi) dan melebihi kondisi sesuai usianya. Kami juga menemukan beberapa remaja mengalami anemia.”
Ia menambahkan bahwa edukasi gizi seimbang perlu ditingkatkan, terutama bagi remaja putri yang dianjurkan rutin mengonsumsi tablet tambah darah.
Tindak lanjut dan rujukan
CKG tidak hanya bersifat skrining. Pemeriksaan ini dirancang untuk mendeteksi masalah sejak dini agar dapat ditangani sebelum berkembang. Siswa yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan akan dirujuk ke Puskesmas terdekat untuk penanganan lebih mendalam.
“CKG ini tidak hanya skrining saja, tetapi nanti ada tindak lanjutnya. Setelah ditemukan masalah, akan ditatalaksana sesuai dengan temuannya.”
Koordinasi antara sekolah dan Puskesmas melalui program Usaha Kesehatan Sekolah terus dipertegas. Langkah ini diharapkan memastikan setiap temuan CKG mendapatkan penanganan pemeriksaan lanjutan dan edukasi pencegahan risiko.
Implikasi dan langkah ke depan
Data CKG Jakarta Timur menjadi dasar penguatan program edukasi gizi dan aktivitas fisik di sekolah. Pemeriksaan berkelanjutan dan tindakan rujukan diharapkan mencegah gangguan kesehatan pelajar berkembang menjadi masalah serius di masa mendatang.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Menkes: Satu Sehat Integrasikan Data Kesehatan dan Kependudukan
Menkes Budi menyatakan Satu Sehat menggabungkan data vaksinasi, perizinan tenaga medis, dan kependudukan unt...
Akta Kelahiran Digital: Bayi Bisa Terima Dokumen Hari yang Sama
Kemenkes integrasikan Satu Sehat dengan SIAK sehingga bayi yang lahir di fasilitas kesehatan dapat menerima...
Lonjakan Kasus ISPA di Tangerang dan Tangsel saat Musim Kemarau
Kasus ISPA melonjak di Tangerang dan Tangsel selama musim kemarau; total kumulatif mencapai 124.688 kasus hi...
Wamenkes: Indonesia Perlu Perkuat Pemberantasan TB
Wamenkes Benjamin Paulus mendorong penguatan pemberantasan TB lewat koordinasi lintas sektor setelah Indones...
Wamenkes Minta Lapas Gelar Cek Kesehatan Gratis Rutin
Wamenkes Benjamin Paulus minta seluruh lapas gelar Cek Kesehatan Gratis rutin setiap bulan untuk deteksi dar...
Wamenkes Benjamin: CKG Kunci Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes
Wamenkes Benjamin Paulus mengajak masyarakat memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini hipe...