Siloam Mampang dan Agewell Gandeng untuk Kesehatan Lansia
Siloam Hospitals Mampang menjalin kerja sama strategis dengan komunitas Agewell pada 15 Mei 2026 di Klub Kelapa Gading, Jakarta. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan lansia dengan pendekatan pencegahan, pengelolaan penyakit, dan peningkatan kualitas hidup agar lansia tetap aktif dan mandiri.
Tujuan kolaborasi dan fokus
Kerja sama ini tidak sekadar menambah layanan medis. Kedua pihak ingin membangun ekosistem kesehatan lansia yang menyeluruh. Executive Director Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, menyatakan bahwa konsep active aging menjadi fokus utama.
"Pendekatan kesehatan lansia membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pemantauan gaya hidup sehat, aktivitas fisik, hingga penanganan medis yang tepat," kata Ratih.
Peran Agewell dan program komunitas
Agewell membawa pendekatan berbasis komunitas yang menempatkan lansia sebagai individu produktif. CEO Agewell, dr. Amelia Mulia, menegaskan seluruh program dirancang untuk mempertahankan kemandirian lansia.
"Tujuan kami adalah memberdayakan para lansia agar tetap sehat, aktif, dan percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Program unggulan Agewell meliputi:
- Latihan kekuatan tubuh
- Pelatihan mobilitas dan keseimbangan
- Latihan kognitif
- Edukasi nutrisi dan gaya hidup sehat
Layanan medis terpadu dari Siloam
Siloam Hospitals Mampang menawarkan layanan orthopaedi terpadu dengan tim multidisiplin dan fasilitas modern. Kombinasi ini dipandang mampu memberikan penanganan medis yang tepat sekaligus dukungan rehabilitatif.
Langkah awal: pemeriksaan osteoarthritis
Sebagai tahap awal, kolaborasi menghadirkan program pemeriksaan osteoarthritis dan konsultasi dengan konsultan orthopaedi yang dapat diakses anggota Agewell. Program preventif ini menjadi relevan mengingat gangguan sendi dan tulang termasuk keluhan utama kelompok lansia.
Implikasi dan konteks demografis
Kolaborasi ini mencerminkan pergeseran layanan kesehatan lansia ke arah holistik: bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga fungsi fisik, kesehatan mental, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Di tengah perubahan struktur demografi Indonesia, pendekatan pencegahan dan pendampingan semacam ini semakin penting.
Dengan sinergi antara layanan medis dan program komunitas, diharapkan lansia dapat menjalani masa lanjut usia secara lebih aktif, sehat, dan bermakna.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sentralisasi Pengadaan Alkes Hemat Rp10,25 Triliun, Kemenkes Ungkap
Kemenkes menyebut sentralisasi pengadaan alkes memangkas pengeluaran Rp10,25 triliun atau 52% dari estimasi...
Menkes: Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota
Pemerintah akan membangun dan merenovasi laboratorium kesehatan di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat s...
Puskesmas Jemput Bola CKG: 700 Siswa Diperiksa di Bekasi
Puskesmas Duren Jaya jemput bola Cek Kesehatan Gratis di SD Santa Maria Monica, Bekasi; 700 siswa diperiksa,...
CKG Jaktim Temukan Anemia dan Hipertensi pada Pelajar
CKG Jakarta Timur menemukan banyak pelajar mengalami tekanan darah tinggi dan anemia pada periode Januari–Ju...
Pemanasan dan Pendinginan: Kunci Olahraga Lebih Aman
Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah olahraga, menurunkan risiko cedera...
Jangan Abaikan Nyeri Sendi Berulang, Bisa Jadi Autoimun
Nyeri sendi berulang bisa jadi tanda autoimun seperti RA; waspadai pembengkakan, kekakuan pagi hari, dan seg...