IHSG Dibuka Naik 0,95%: Investor Waspadai Geopolitik Timur Tengah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi Selasa, 18 Agustus 2026, menguat 0,95 persen ke level 6.462,58 atau naik 60 poin. Penguatan awal terjadi meski aliran modal asing masih mencatatkan net sell, sementara pelaku pasar mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pergerakan pasar dan sentimen awal
Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak di zona positif pada perdagangan hari ini. Penguatan lanjutan mengikuti kenaikan tajam pada akhir pekan lalu, ketika IHSG ditutup pada level 6.401,89, naik 1,59 persen pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Meskipun demikian, investor asing masih melakukan net sell sebesar Rp397 miliar pada penutupan tersebut. Analis menilai arus modal ini perlu dicermati karena bisa membatasi momentum penguatan.
Risiko geopolitik mempengaruhi prospek
Ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama yang diawasi pelaku pasar. Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran berakhir pada 17 Agustus 2026, dan kedua pihak menyatakan tidak akan melanjutkan negosiasi.
"Hari ini, IHSG berpeluang menguat dan akan menguji level 6.450-6.480,"
Analis dari Phintraco Sekuritas memperingatkan pasar akan berhati-hati menyusul ancaman eskalasi, termasuk pernyataan kontra yang memicu kekhawatiran terhadap serangan lebih luas di kawasan.
Reaksi pasar komoditas mendukung kewaspadaan tersebut. Harga minyak mentah menutup sesi sebelumnya dengan penguatan lebih dari 2,5 persen, sementara harga emas naik sekitar 0,9 persen karena pelemahan dolar AS dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Pendorong domestik: pidato kenegaraan dan kebijakan
Di dalam negeri, sentimen positif datang dari pidato kenegaraan dan nota keuangan RAPBN 2027. Presiden menyampaikan capaian investasi dan target makro yang menjadi penopang pasar.
"Hal ini berpotensi menjadi faktor positif,"
Pencapaian yang disebut antara lain: investasi mencapai Rp1.010 triliun pada semester I 2026 dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Pemerintah juga melaporkan pertumbuhan ekonomi semester I 2027 sebesar 5,45 persen yoy, dengan target pertumbuhan 6 persen di akhir tahun.
Pernyataan lain yang berdampak pada pasar: penghentian impor solar sejak 1 Juli 2026 karena dukungan biodiesel B50, yang diproyeksikan menghemat devisa sekitar Rp170 triliun per tahun dan mendorong permintaan CPO domestik.
Sektor yang berpotensi terdampak
- Perbankan — kenaikan kredit dan pembiayaan
- Konsumsi — didorong oleh efektivitas investasi
- Industri & Konstruksi — permintaan proyek dan infrastruktur
- Poultry, perkebunan, pupuk, pengolahan makanan — mendapat sentimen swasembada komoditas
Pasar kini menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia pekan ini, yang akan menambah panduan bagi arah IHSG dalam jangka dekat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
DPR: Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari Realistis
Bambang Patijaya mengatakan target lifting minyak 610 ribu bph dan gas 950 ribu bph setara minyak pada RAPBN...
Tarif Rp8 KAI: 27.620 Tiket Diskon Terjual pada 17 Agustus
KAI memberlakukan tarif Rp8 untuk LRT Jabodebek dan sebagian Commuter Line pada 17 Agustus; 27.620 tiket dis...
Menkeu: Mekanisme Pembiayaan Mitigasi Bencana NTT Sudah Disiapkan
Pemerintah menyiapkan mekanisme pembiayaan untuk mitigasi dan penanganan gempa NTT, dengan dana BNPB sekitar...
LPDB Koperasi Salurkan Ratusan Paket Bansos untuk Lansia
LPDB Koperasi menyalurkan ratusan paket bantuan sosial dan kebutuhan kesehatan ke PSTW Budi Mulia 3 dalam ra...
Libur 17 Agustus, Penumpang Whoosh Capai 45.889 Orang
Penumpang Whoosh mencapai 45.889 selama libur HUT ke-81 RI (14–15 Agustus 2026), naik 15% dan puncak keberan...
PLN Siagakan Pengamanan Kelistrikan Berlapis untuk HUT ke-81
PLN menyiagakan pengamanan kelistrikan berlapis di Istana Jakarta pada HUT ke-81, lengkap dengan UPS, genset...