Ekonomi

Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang

Bagikan:
Penumpang di stasiun kereta api Sumatra menggambarkan volume 11,34 juta pergerakan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di seluruh Sumatra pada periode Januari–September 2026, naik 12,02 persen dibandingkan periode sama tahun 2025. Data ini disampaikan KAI dalam keterangan resmi pada 4 Oktober 2026.

Ringkasan data dan cakupan wilayah

KAI melaporkan total pergerakan penumpang terdiri dari 5.671.175 keberangkatan dan 5.671.175 kedatangan yang tercatat di stasiun-stasiun Sumatra sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut mencakup layanan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Stasiun dengan pergerakan tertinggi

Lima stasiun utama mencatat volume penumpang tertinggi selama sembilan bulan pertama 2026. Berikut data keberangkatan dan kedatangan pada stasiun-stasiun tersebut.

Stasiun Keberangkatan Kedatangan
Medan 730.182 754.532
Padang 449.713 471.569
Kertapati 429.660 432.790
Pariaman 310.583 325.603
Tanjungkarang 280.094 282.899

Pertumbuhan per stasiun

Beberapa stasiun juga menunjukkan kenaikan persentase pergerakan tahunan. Data yang dirilis KAI menunjukkan kenaikan paling menonjol sebagai berikut.

Stasiun Total Pergerakan Pertumbuhan YoY
Padang 921.282 13,74%
Kertapati 862.450 13,78%
Tanjungkarang 562.993 13,99%

Dampak layanan dan pernyataan KAI

KAI menilai jaringan kereta di Sumatra mendukung mobilitas untuk berbagai kebutuhan, seperti bekerja, pendidikan, perdagangan, kunjungan keluarga, dan pariwisata. Layanan ini juga memudahkan akses ke moda lanjutan dan pusat-pusat aktivitas publik.

Kereta api di Sumatra memiliki karakter yang dekat dengan kebutuhan daerah. Ada perjalanan untuk bekerja, pendidikan, perdagangan, keluarga, hingga wisata, dengan pola yang berbeda di setiap wilayah,

— Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Sumatra menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tumbuh dari banyak kota. KAI akan terus menjaga agar perjalanan kereta api hadir sebagai pilihan yang aman, nyaman, terjangkau, dan relevan bagi aktivitas masyarakat di setiap wilayah,

— Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Prospek dan catatan akhir

Kenaikan 12,02 persen menggambarkan tren pemulihan dan peningkatan penggunaan transportasi rel di Sumatra. Ke depan, KAI perlu menjaga kualitas layanan dan konektivitas antarmoda untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut.

Data periode Januari–September 2026 ini menjadi acuan penting bagi pengembangan jaringan dan layanan di wilayah Sumatra selama sisa tahun berjalan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait