Ekonomi

Ekspor Mainan Indonesia Naik Jadi USD351,8 Juta Semester I 2026

Bagikan:
Ekspor mainan Indonesia naik menjadi USD351,8 juta pada semester I 2026

Ekspor industri mainan Indonesia meningkat pada Januari–Juni 2026, mencapai USD351,8 juta dibandingkan USD297,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kementerian Perindustrian menilai kenaikan ini membuka peluang perluasan penetrasi di pasar global dan memperkuat posisi industri sebagai sektor padat karya.

Kenaikan nilai ekspor dan pasar tujuan

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyampaikan capaian ekspor semester I 2026 sebagai langkah positif bagi sektor mainan nasional. Pada 2025, nilai ekspor juga meningkat menjadi sekitar USD664,6 juta, naik 8,2 persen dari 2024.

Reni menyebut beberapa pasar utama saat ini dan peluang perluasan pasar.

Pasar ekspor Indonesia saat ini antara lain Amerika Serikat, Inggris, Cina, Australia, dan Republik Ceko. Dan capaian tersebut masih membuka ruang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penetrasi dan kontribusi di pasar global

  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • Cina
  • Australia
  • Republik Ceko

Kekuatan, tantangan, dan daya saing

Reni menekankan bahwa tantangan industri bukan hanya kemampuan memproduksi, melainkan memastikan produk dalam negeri diserap pasar domestik dan masuk ke rantai pasok global. Penguatan standar dan penggunaan produk lokal dianggap kunci meningkatkan daya saing.

Tantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap. Dan digunakan oleh masyarakat serta mampu mengambil peluang dalam rantai pasok global

Skala usaha, tenaga kerja, dan sentra IKM

Berdasarkan data BPS 2024 dan SIINas 2025, sektor mainan mencatat ada 256 unit usaha yang bergerak di industri ini. Sektor tersebut menyerap 15.663 tenaga kerja dan memiliki 10 sentra IKM yang tersebar di beberapa provinsi.

  • Jawa Tengah: 4 sentra IKM
  • Jawa Timur: 1 sentra IKM
  • Jawa Barat: 5 sentra IKM

Peluang di segmen edukatif

Salah satu peluang yang diidentifikasi adalah pengembangan mainan edukatif yang mendukung proses pembelajaran anak. Reni menyarankan industri memperkuat produk seperti permainan konstruksi, puzzle, board game, dan media pembelajaran interaktif.

Hal ini memberikan peluang bagi industri mainan untuk mengembangkan produk. Seperti mainan edukatif, permainan konstruksi, puzzle, dan board game

Upaya penguatan produk dalam negeri

Kementerian Perindustrian mendorong penggunaan produk lokal melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Hingga 2026, sebanyak 65 pelaku industri mainan telah memperoleh sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Reni menilai capaian sertifikasi ini menunjukkan kemampuan industri memenuhi kandungan lokal mulai terbentuk. Langkah berikutnya adalah memperluas penggunaan produk lokal di pengadaan pemerintah dan pasar domestik agar kontribusi industri mainan terhadap perekonomian nasional meningkat.

Dengan fondasi produksi yang ada dan potensi segmen edukatif, industri mainan dipandang siap memperkuat peranannya dalam rantai pasok global jika didukung standar, kebijakan, dan peningkatan serapan pasar domestik.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait