OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan terbentuknya lima bank syariah berskala besar di Indonesia paling lambat pada 2027, salah satunya Bank Syariah Indonesia (BSI). Target ini ditempuh melalui pembentukan dan konsolidasi bank syariah, termasuk konversi penuh bank konvensional atau pemisahan usaha spin-off.
Target waktu dan sasaran
OJK menyatakan proses menuju bank syariah beraset besar terus berjalan dan diarahkan agar lebih banyak bank mendekati skala usaha BSI. Realisasi paling lambat ditetapkan tahun 2027, jika tidak tercapai pada 2026.
"Saya ingin melihat ada lima bank yang paling tidak dekat dengan BSI dan itu sedang mengarah ke sana,"
"Insyaallah kalau tidak tahun ini, pada 2027 realisasinya mungkin sudah tercapai."
Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyampaikan pernyataan tersebut menyusul dorongan penguatan struktur industri perbankan syariah.
Skema pembentukan bank syariah
OJK menilai ada beberapa jalur untuk membentuk bank syariah berskala besar. Dua skema utama yang disebutkan adalah:
- Konversi penuh bank konvensional menjadi bank syariah.
- Pemisahan usaha melalui spin-off untuk menghasilkan entitas syariah mandiri.
Skema dipilih sesuai kondisi institusi dan kebutuhan mempercepat skala usaha agar lebih kompetitif di pasar.
Konsolidasi sebagai pendorong skala usaha
OJK juga mendorong konsolidasi bagi bank hasil spin-off yang memiliki skala usaha kecil. Tujuannya agar entitas baru mampu berkembang berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas layanan.
Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat daya saing industri syariah, memperbesar kontribusi terhadap ekonomi, dan menumbuhkan efisiensi operasional perbankan syariah secara keseluruhan.
Posisi BSI dan data aset
Saat ini BSI tercatat sebagai bank syariah dengan aset terbesar di Indonesia. Pada akhir 2025, aset BSI tercatat meningkat 11,64 persen secara tahunan menjadi Rp456 triliun.
Implikasi dan langkah ke depan
Jika target tercapai, industri perbankan syariah akan memiliki beberapa pemain skala besar yang dapat bersaing lebih efektif. Selanjutnya, OJK diperkirakan akan terus memfasilitasi skema konsolidasi dan penguatan modal agar transisi berjalan lancar.
Perkembangan ini akan menjadi indikator penting bagi pertumbuhan keuangan syariah dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...
Archipelago Hotels Beri Diskon 10% untuk Pengemudi Seluruh Indonesia
Archipelago Hotels beri diskon 10% untuk pengemudi seluruh Indonesia. Pemesanan lewat situs resmi dengan kod...
Harga Emas Antam Stagnan per 4 Oktober 2026
Harga emas Antam stagnan pada 4 Oktober 2026; pecahan 1 gram tetap Rp2.574.000, berikut daftar harga lengkap...