BKKBN: Perang Melawan Stunting demi Jendela Emas Indonesia
BKKBN menegaskan perang melawan stunting sebagai langkah krusial untuk menjaga peluang Jendela Emas Indonesia. Sekretaris BKKBN Budi Setiyono mengatakan upaya itu harus dimulai sejak dini dan melibatkan seluruh elemen bangsa agar bonus demografi menjadi berkah.
Ancaman terhadap bonus demografi
Budi memperingatkan bahwa bonus demografi tidak otomatis membawa manfaat. Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan momentum tersebut bergantung pada kualitas sumber daya manusia, terutama kesehatan anak.
"Bonus demografi tidak otomatis menjadi berkah bagi kita. Ia memberikan manfaat jika ditopang manusia sehat," kata Budi Setiyono.
Dia menyatakan stunting bukan sekadar masalah kesehatan. Dampaknya meluas pada kemampuan kognitif dan potensi produktivitas generasi mendatang, sehingga bisa menghambat pemanfaatan bonus demografi.
Program dan pendekatan yang dijalankan
Penanganan stunting harus menjadi prioritas strategis. Budi menyebutkan bahwa penurunan angka stunting merupakan investasi untuk lahirnya generasi unggul.
Kementerian yang terkait menginisiasi Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sejak tahun lalu. Program ini menekankan pendekatan kolaboratif antarwarga untuk meningkatkan kesadaran pencegahan stunting.
"GENTING membangun kesadaran kolektif pencegahan stunting bersama. Pendekatan gotong royong ini penting karena berdimensi sosial kuat," ujar Budi.
Kebutuhan kolaborasi lintas sektor
Budi menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Upaya pencegahan membutuhkan keterpaduan program kesehatan, gizi, pendidikan, sanitasi, dan pemberdayaan keluarga.
"Persoalan stunting tidak dapat diselesaikan secara sektoral semata," kata Budi Setiyono.
Ia juga mengingatkan agar intervensi dimulai sebelum kehamilan, karena faktor penyebab stunting sangat kompleks di tingkat keluarga.
- Mulai intervensi sejak perencanaan kelahiran
- Perkuat kesadaran gizi dan praktik pengasuhan
- Libatkan komunitas melalui gerakan gotong royong
- Koordinasi lintas sektor untuk layanan terpadu
Implikasi dan langkah ke depan
Budi menekankan bahwa kegagalan menurunkan stunting berarti mempertaruhkan kualitas masa depan bangsa. Komitmen jangka panjang dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar perjuangan ini berhasil.
"Perang melawan stunting adalah perjuangan menjaga masa depan kita. Menjaga komitmen berarti menjaga harapan kemajuan bangsa," tegasnya.
Ke depan, keberhasilan program seperti GENTING dan keterlibatan lintas sektor akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu mengubah bonus demografi menjadi keuntungan nyata bagi kualitas hidup generasi mendatang.
Berita Terkait
7 Cara Lindungi Mata dari Layar Gadget agar Tak Lelah
Ikuti aturan 20-20-20, atur jarak layar, relaksasi, dan nutrisi untuk mencegah mata lelah akibat penggunaan...
BPOM Atur Penjualan Obat Bebas di Toko Ritel Modern
BPOM terbitkan Peraturan Nomor 5/2026 yang membatasi penjualan obat di ritel; apotek tetap berwenang menyera...
WHO Tetapkan PHEIC Ebola, Indonesia Diminta Perkuat Skrining
WHO nyatakan Ebola PHEIC; peneliti minta Indonesia perketat skrining di bandara dan pintu masuk untuk cegah...
Horison Group Gelar "Jakarta Moves": Fun Walk & Body Combat di CFD
Horison Group Region Jakarta menggelar "Jakarta Moves"—fun walk dan body combat di CFD Sudirman pada 17 Mei...
GPMB: Risiko Pandemi Global Meningkat, Ketimpangan Semakin Lebar
GPMB: risiko pandemi meningkat tajam sementara investasi untuk kesiapsiagaan rendah, memperlebar ketimpangan...
Sanga Sanga Tembus Regulasi Eropa, Perkuat Ekspansi Global
Sanga Sanga meraih izin CPNP Eropa untuk seri Classic dan Ultimate, dan perkuat ekspansi global usai ulang t...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!