Pagelaran Sabang Merauke 2026 Angkat Hikayat Srikandi Nusantara
Pagelaran Sabang Merauke 2026 kembali digelar dengan tema Hikayat Srikandi Nusantara, menonjolkan kisah perempuan Nusantara dalam balutan konsep modern dan hiburan. Pengumuman itu disampaikan pada konferensi pers di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026, oleh penyelenggara dan mitra pendukung.
Tema dan konsep pertunjukan
Pertunjukan tahun ini dirancang menampilkan cerita tokoh perempuan dari berbagai daerah Indonesia. Penyelenggara menyebut konsepnya tetap menghormati tradisi, namun dikemas dengan sentuhan modern agar lebih menghibur dan mudah dinikmati publik.
Respons penyelenggara
Aming Santoso, President Direktur iForte dan Protelindo Group, mengungkapkan antusiasme penonton meningkat setiap tahun. Ia mengatakan pengalaman menonton dibuat berbeda agar pengunjung pulang dengan kesan positif.
“Pengunjung datang dengan senang dan pulang membawa senyum setelah menonton pertunjukan. Pagelaran ini menghadirkan hiburan sekaligus kebanggaan terhadap budaya Indonesia,” ujar Aming di Grand Indonesia.
Aming juga menyoroti awal Pagelaran Sabang Merauke yang sederhana. Sejak pertama kali digelar pada 2022, acara ini berkembang pesat dan menarik jumlah penonton yang terus bertambah.
“Dalam dua minggu, seluruh tiket pertunjukan tahun lalu langsung habis terjual. Hal itu membuktikan masyarakat sangat mencintai pertunjukan budaya seperti ini,” kata Aming.
Ragam aktivitas dan pengalaman pengunjung
Penyelenggara memastikan pagelaran kali ini tampil lebih besar. Selain panggung utama, area luar lokasi juga diisi aktivitas budaya sehingga penonton merasakan nuansa Nusantara sejak memasuki venue.
Beberapa unsur seni yang akan tampil antara lain:
- Tari tradisional dari berbagai wilayah
- Musik tradisional dan orkestra modern
- Kolaborasi antara seni tradisi dan elemen panggung kontemporer
Dukungan korporat dan makna budaya
Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Antonius Widodo Mulyono, menilai pagelaran memiliki nilai edukasi dan identitas bangsa. Ia menekankan pentingnya menampilkan budaya secara langsung kepada publik.
“Budaya tidak cukup hanya dipelajari, tetapi juga harus dipertunjukkan. Pertunjukan budaya mampu memperkuat identitas bangsa Indonesia,” kata Antonius.
Antonius menambahkan bahwa penyajian beragam unsur seni dalam satu panggung memperkaya pengalaman penonton dan menguatkan pesan kebanggaan terhadap warisan budaya.
Proyeksi dan harapan
Penyelenggara berharap pagelaran tahun ini semakin meraih antusiasme publik dan memperluas jangkauan penikmat budaya. Pagelaran Sabang Merauke 2026 diposisikan sebagai ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat narasi perempuan Nusantara dalam bentuk seni pertunjukan yang lebih inklusif dan modern.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
D'MASIV Gelar Tur Asia 'Asia Home Run' Usai Jadi Band Independen
D'MASIV menggelar tur 'Asia Home Run' Okt–Des 2026 setelah resmi jadi band independen, membawa materi baru d...
Disney Tetapkan Tanggal Rilis 'Ghost Rider' dengan Ryan Gosling
Disney tetapkan 'Ghost Rider' dengan Ryan Gosling rilis 28 Juli 2028; sejumlah film Marvel dan Pixar juga ma...
It: Welcome to Derry Diperbarui untuk Musim 2 di HBO
It: Welcome to Derry diperbarui untuk musim 2; cerita pindah ke 1935 dan fokus pada pembantaian Geng Bradley...
Netflix Rilis Trailer Sekuel A Different World ke Hillman College
Netflix merilis trailer sekuel A Different World pada 19 Agustus 2026, menyorot Deborah di Hillman College d...
It: Welcome to Derry Resmi Dapatkan Musim Kedua
HBO Max mengumumkan perpanjangan It: Welcome to Derry ke musim kedua, berlatar 1935 dan fokus pada pembantai...
Satine Zaneta Keluar Zona Nyaman Lewat 'Siti Si Vampir'
Satine Zaneta bintangi film komedi 'Siti Si Vampir', debut genre komedinya dan tantangan keluar dari zona ny...