Ekonomi

IHSG Ditutup 6318,5, Turun 0,82% Setelah Rapat BI

Bagikan:

IHSG ditutup melemah pada 6318,5 pada Rabu, 20 Mei 2026, turun 52,179 poin atau 0,82 persen. Pelemahan terjadi di Bursa Efek Indonesia seiring investor menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan mencermati data makro keuangan.

Pergerakan pasar dan data perdagangan

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Bursa dibuka di 6352,2 dan sempat mencapai posisi tertinggi 6459,5 sebelum berbalik turun menjelang penutupan.

Mayoritas saham melemah: tercatat 197 saham menguat, 495 saham melemah, dan 124 saham stagnan. Aktivitas perdagangan cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp21,67 triliun.

Volume yang diperdagangkan mencapai 40,35 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,4 juta kali transaksi, menunjukkan likuiditas pasar tetap solid meski dominasi jual terlihat jelas.

Faktor kebijakan: Rapat BI dan ekspektasi suku bunga

Tim analis Phintraco menyampaikan pelaku pasar menantikan keputusan Bank Indonesia pada hari yang sama. Konsensus pasar memperkirakan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.

Kenaikan suku bunga diperkirakan bertujuan meredam pelemahan nilai tukar rupiah di pasar keuangan. Ekspektasi tersebut menambah tekanan jual pada saham-saham sensitif suku bunga dan sektor yang bergantung pada pembiayaan.

Data kredit dan kondisi fiskal

Pelaku pasar juga mencermati pertumbuhan kredit April 2026 yang diprakirakan mencapai 9,7% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit bulan Maret yang tercatat 9,49% YoY.

Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN April 2026 sekitar Rp164,4 triliun, turun dari defisit Maret sebesar Rp240,1 triliun. Penurunan defisit didorong oleh keseimbangan primer yang kembali mencatat surplus sekitar Rp28 triliun.

Pendapatan negara meningkat menjadi Rp918,4 triliun, dan belanja negara juga naik menjadi Rp1.082,8 triliun

Risiko kebijakan ekspor

Tekanan jual juga dipicu kabar rencana pemerintah mengatur ekspor beberapa komoditas melalui badan khusus bentukan negara. Kebijakan yang dibahas mencakup batu bara, CPO, dan mineral logam.

Menurut Tim Phintraco, wacana ini memunculkan kekhawatiran investor terhadap potensi pengendalian harga jual perusahaan, sehingga menekan sentimen pasar, khususnya pada saham komoditas.

Outlook

Secara garis besar, sentimen kebijakan domestik dan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penentu pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. Investor diperkirakan akan tetap berhati-hati sambil menunggu realisasi kebijakan BI dan detail aturan ekspor yang mungkin diumumkan pemerintah.

Pergerakan selanjutnya dipengaruhi data ekonomi bulan berikutnya dan respons pasar terhadap sinyal kebijakan fiskal dan moneter.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!