Ekonomi

Ekraf dan Kemlu Perkuat Diplomasi Kreatif, Siapkan WCCE 2026

Bagikan:
Menteri Ekraf dan Menlu dalam audiensi di Kantor Kemlu Jakarta, Mei 2026

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Kantor Kemlu, Jakarta, Selasa Mei 2026. Pertemuan bertujuan memperkuat kerja sama kelembagaan, memperluas jejaring global, dan menyiapkan penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 untuk mendorong investasi dan akses pasar internasional bagi pelaku kreatif Indonesia.

Kesepakatan dan tujuan kolaborasi

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dan Menteri Luar Negeri Sugiono sepakat meningkatkan sinergi kedua kementerian. Fokusnya adalah menguatkan diplomasi berbasis soft power dan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South sekaligus pusat ekonomi kreatif dunia.

Sebagai elemen penting dalam Grand Strategy Diplomasi Soft Power Indonesia, ekonomi kreatif telah terbukti menjadi instrumen diplomasi yang efektif. Kemitraan erat dengan Kemlu adalah fondasi utama bagi Indonesia untuk terus memperkuat kepemimpinannya di kancah ekonomi kreatif global.

Kolaborasi ini sangat krusial; jaringan kuat yang dimiliki Kemlu di tingkat global akan menjadi motor penggerak utama dalam menyukseskan agenda diplomasi kreatif kita dan memperluas dampak ekonomi nasional.

Persiapan WCCE 2026

Penyelenggaraan WCCE 2026 akan dipromosikan melalui perwakilan Indonesia di luar negeri dengan target menarik partisipasi lebih dari 80 negara. Konferensi mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity dan dirancang untuk memperluas peluang investasi serta akses pasar internasional.

Acara akan menyajikan tujuh elemen utama sebagai rangkaian kegiatan:

  • Friends of Creative Economy (FCE) and Meeting
  • Ministerial Meeting
  • Plenary Session
  • Creative Session
  • Creativillage
  • Bilateral Meeting (B2B, G2G, G2B)
  • Official Dinner

Kinerja ekonomi kreatif Indonesia

Ekonomi kreatif nasional menunjukkan tren positif yang mendukung agenda diplomasi. Pada 2024, kontribusi sektor ini terhadap PDB sebesar Rp 1.611,15 triliun atau 7,28 persen.

Tahun Indikator Nilai
2024 Kontribusi terhadap PDB Rp 1.611,15 triliun (7,28%)
2025 Nilai ekspor 31,94 miliar USD
2025 Realisasi investasi Rp 183,01 triliun
2025 Penyerapan tenaga kerja 27,4 juta orang

Jejaring dan pengalaman internasional

Kerja sama Ekraf dan Kemlu telah berkelanjutan sejak WCCE Bali 2018 dan 2022, konferensi di Dubai 2021, serta pertemuan di Tashkent 2024. Program peningkatan kapasitas juga pernah melibatkan 79 negara anggota Organisasi Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS) di Bali.

Implementasi kolaborasi aktif telah terbangun dengan tujuh negara mitra strategis, antara lain:

  • Australia
  • Belanda
  • Denmark
  • Filipina
  • Thailand
  • Prancis
  • Inggris

Peningkatan sinergi antara Ekraf dan Kemlu akan menjadi kunci untuk merealisasikan target partisipasi internasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif global. Langkah selanjutnya adalah memperluas promosi melalui perwakilan luar negeri dan menyelesaikan rangka teknis WCCE 2026 agar pelaku kreatif nasional mendapatkan manfaat maksimal dari forum internasional tersebut.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!