Seskab: Harga Pertamax di Indonesia Lebih Murah dari Negara ASEAN
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan harga Pertamax di Indonesia masih lebih murah dibandingkan BBM RON92/95 di negara-negara Asia Tenggara, meski terjadi penyesuaian. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 12 Juni 2026, menanggapi kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dipicu naiknya harga minyak dunia.
Perbandingan harga BBM RON92/95 di ASEAN
Teddy memaparkan angka perbandingan harga BBM di beberapa negara tetangga untuk menunjukkan posisi harga di dalam negeri.
| Negara | Jenis / RON | Harga (Rp/liter) |
|---|---|---|
| Indonesia | Pertamax (RON 92) | Rp16.250 |
| Indonesia | Pertamax Green 95 (RON 95) | Rp17.000 |
| Filipina | RON92/95 | Rp22.158 |
| Laos | RON92/95 | Rp31.945 |
| Thailand | RON92/95 | Rp28.910 |
| Myanmar | RON92/95 | Rp25.085 |
| Singapura | RON92/95 | Rp42.971 |
Alasan kenaikan dan kebijakan pemerintah
Teddy menjelaskan kenaikan harga Pertamax mengikuti pergerakan pasar minyak dunia. Kenaikan tajam terjadi sejak Maret 2026 akibat eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya.
Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON92/95 di negara lain
Menurut Teddy, pemerintah sempat menahan penyesuaian harga selama berbulan-bulan sebelum melakukan penyesuaian terbaru.
Pertamax adalah BBM nonsubsidi artinya harga Pertamax mengikuti harga minyak dunia. Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan
Daya beli dan subsidi BBM
Pemerintah menegaskan komitmen menjaga daya beli masyarakat dengan tetap mempertahankan harga BBM subsidi. Saat ini harga yang ditetapkan untuk BBM subsidi adalah sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Solar bersubsidi: Rp6.800/liter
Langkah ini dimaksudkan agar beban masyarakat menengah ke bawah tidak meningkat tajam meski harga nonsubsidi disesuaikan.
Pertamina dan penyesuaian harga
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan karena mengikuti harga minyak di pasar internasional. Pertamina juga menyebut menjaga ketersediaan pasokan energi tetap menjadi prioritas.
Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global. Dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat
Ke depan, pergerakan harga Pertamax akan bergantung pada perkembangan geopolitik global dan fluktuasi harga minyak mentah. Pemerintah dan Pertamina menyatakan akan terus memantau kondisi untuk menyeimbangkan stabilitas pasokan dan daya beli publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Sampaikan Duka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT (15 Agustus 2026) dan yakin Indonesia dapat pul...
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...