Nasional

Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan

Bagikan:
Asap dan kobaran api di belakang pabrik PT Iluva Gravure Industri di Purwakarta

Kebakaran melanda area belakang PT Iluva Gravure Industri di Kampung Mulyasari, Desa Cikopo, Purwakarta, pada sore hari. Api pertama terlihat sekitar pukul 17.50 WIB, menyebabkan kepanikan warga karena cepat menjalar mendekati permukiman. Petugas menurunkan 16 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan kobaran dan mencegah meluasnya kerusakan.

Kronologi awal

Warga mengetahui kebakaran saat api terlihat dari beberapa titik permukiman. Pemerintah Desa Cikopo menerima laporan pada pukul 17.50 WIB dan segera menghubungi dinas pemadam terdekat. Pantauan di lokasi menunjukkan kepulan api dan asap dari bagian belakang pabrik yang berada dekat pemukiman.

Penanganan di lokasi

Sejumlah mobil damkar bolak-balik menyemprotkan air ke titik api utama. Petugas berfokus memadamkan kobaran utama sekaligus menjaga agar api tidak merembet ke gudang pabrik atau rumah penduduk. Warga diminta menjaga jarak aman dan mengikuti arahan evakuasi sementara.

Evakuasi dan kondisi warga

Pemerintah desa meminta perangkat RT dan RW membantu evakuasi warga ke titik yang lebih aman. Sebagian warga memilih mengungsi mandiri untuk mengantisipasi kondisi yang berkembang. Hingga malam, warga tetap waspada karena lokasi pabrik berada di kawasan permukiman padat.

Diduga limbah terbakar

Informasi awal menyebut objek yang terbakar diduga berupa limbah yang berada di bagian belakang perusahaan. Kepala desa menjelaskan penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari petugas berwenang.

"Jam 17.50 diinformasikan kepada desa dan kami langsung tindak lanjut ke Damkar yang terdekat,"

"Diduga objek ini yaitu limbah yang berada di belakang perusahaan PT Iluva Gravure Industri. Kalau ledakan mungkin tidak ada, hanya api saja,"

Kondisi pabrik dan dampak

PT Iluva Gravure Industri bergerak di bidang packaging atau produksi kemasan plastik. Petugas memprioritaskan pemadaman untuk mencegah kebakaran merusak fasilitas produksi dan menjalar ke permukiman. Hingga pagi berikutnya, pemadaman masih berlangsung di beberapa titik yang dianggap rawan.

Pemerintah desa dan petugas terus memantau perkembangan dan menunggu konfirmasi resmi terkait penyebab kebakaran. Warga diimbau tetap tenang dan patuh pada instruksi petugas demi keselamatan bersama.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait