Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum tata negara menilai gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming semestinya tidak dapat diterima oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Pernyataan ini disampaikan oleh Akademisi Muhammad Rullyandi pada 4 Oktober 2026 dengan alasan substansi perkara sudah pernah diuji dalam sengketa Pilpres 2024.
Pakar: Substansi Sudah Diuji MK
Rullyandi menegaskan materi sengketa soal persyaratan pencalonan telah diperiksa MK ketika menangani persoalan Pilpres 2024. Oleh karena itu menurutnya tidak ada ruang hukum untuk membuka kembali pokok perkara tersebut.
"Apa yang dimohonkan oleh Denny Indrayana ini, secara substansi sebetulnya sudah diuji oleh Mahkamah Konstitusi. Sehingga tidak ada lagi ruang-ruang hukum, untuk memperdebatkan apakah ada surat keterangan itu, melampirkan ijazah dan sebagainya,"
Rullyandi menambahkan bahwa putusan MK bersifat final dan mengikat, sehingga prinsip peradilan mengharuskan pengikatannya meski terdapat dissenting opinion.
Pembelaan KPU dan Saksi dalam Sidang
Perkara ini kembali mencuat setelah Denny Indrayana dan sejumlah pemohon mengajukan gugatan ke MK. Dalam proses pemeriksaan, MK memanggil mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2022-2024, Hasyim Asy'ari, pada 1 Oktober 2026.
"Jadi tidak ada niat, tidak ada pandangan, tidak ada apa motif untuk meloloskan seseorang atau memudahkan seseorang dalam situasi ini,"
Hasyim membantah dalil pemohon terkait dugaan cacat administratif atau manipulatif pada syarat pendidikan yang tertuang dalam Pasal 18 ayat (3) PKPU Nomor 19 Tahun 2023.
Ahli Termohon: PKPU Dibentuk Sesuai Prosedur
Ahli termohon, Guru Besar Hukum Tata Negara Agus Riwanto, menyatakan KPU memiliki kewenangan merumuskan mekanisme administratif melalui PKPU. Agus menegaskan proses pembentukan PKPU 19/2023 mengikuti prosedur termasuk konsultasi dengan kementerian terkait.
"Perubahan norma dalam PKPU Nomor 19 Tahun 2023 lahir melalui proses kelembagaan yang sesuai ketentuan. Bukan merupakan tindakan yang sengaja dirancang untuk menguntungkan calon tertentu,"
Respons Pemohon dan Kronologi PKPU
Pemohon menolak klaim bahwa PKPU dibuat jauh dari masa pencalonan. Denny menyebutkan tanggal tanda tangan dan pengundangan PKPU sebagai bukti, serta mempertanyakan kemunculan norma pengecualian bukti kelulusan bagi SLTA asing.
"Saudara ahli tahu kapan mulai pendaftaran paslon?, tanggal 16 dan 18 Oktober, hanya berselang satu minggu... Karena, kalau kemarin saksi kami mengatakan bahwa harusnya ada notula. Dan pada setiap draf itu diparaf dan ditandatangani oleh semua komisioner,"
Denny merujuk pada fakta bahwa Pasal 18 ayat (3) PKPU 19/2023 ditandatangani Hasyim pada 9 Oktober 2023 dan diundangkan pada 13 Oktober 2024, sehingga menurut pemohon perubahan itu berdekatan dengan masa pendaftaran pasangan calon.
Implikasi dan Proses Selanjutnya
MK kini memiliki kewenangan untuk memeriksa dan memutus perkara ini sesuai ketentuan. Jika MK menerima argumen bahwa substansi sudah pernah diuji, perkara bisa dinyatakan niet ontvankelijke verklaard atau tidak dapat diterima. Namun jika MK menilai perlu pemeriksaan substantif, sidang akan berlanjut untuk menilai dalil pemohon dan bukti terkait.
Keputusan MK akan menentukan apakah sengketa ini menutup kembali atau membuka pembahasan baru terkait mekanisme administrasi pencalonan presiden dan wakil presiden di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...