Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menegaskan kolaborasi sebagai kunci mendorong pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif. Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, pada acara 1001 Pasar Rakyat di Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 4 Oktober 2026.
Kolaborasi antar-pemangku kepentingan
Leontinus menekankan bahwa pelibatan pemilik tempat atau lahan menjadi langkah awal yang krusial. Pihak tersebut meliputi pemerintah pusat, BUMN, BUMD, pemerintah daerah, hingga pelaku swasta.
"Yang pertama tentu saja harus berkolaborasi. Pihak pertama yang mempunyai tempat atau lahan, bisa pemerintah, BUMN, BUMD, termasuk pemerintah kota, pemerintah daerah, dan swasta,"
Menurutnya, kolaborasi yang jelas peran dan tanggung jawabnya membantu menciptakan ruang usaha yang berkelanjutan bagi pelaku mikro dan kecil.
Peran local champion dalam pembinaan
Selain penyedia tempat, Leontinus menilai hadirnya local champion sangat penting. Tokoh ini memahami karakter komunitas dan dinamika bisnis di wilayah setempat.
"Yang kedua adalah local champion yang memahami komunitas dan bisnis, serta mampu membimbing sekaligus mengkurasi UMKM. Kehadiran local champion penting untuk memastikan UMKM mendapat pendampingan sesuai potensi dan kebutuhan komunitas,"
Local champion berfungsi sebagai pembimbing sekaligus kurator yang menyeleksi dan membina UMKM agar sesuai dengan pasar dan kebutuhan lokal.
Peran UMKM, ekonomi kreatif, dan pemerintah
Leontinus juga menegaskan bahwa seluruh UMKM dan pelaku ekonomi kreatif harus dilibatkan aktif dalam ekosistem pemberdayaan. Pemerintah bertindak mendorong dari belakang dengan membuka akses dan memperlancar berbagai kebutuhan usaha.
"Yang ketiga tentu saja baru seluruh UMKM dan ekonomi kreatif yang terlibat. Tak lupa juga kami sebagai pemerintah, baik pusat ataupun pemerintah daerah, kita dorong dari belakang,"
Ia memberi apresiasi pada pola kolaborasi yang sudah berjalan lama antara komunitas, kurator, pemilik tempat, dan pemerintah daerah.
Pendampingan berkelanjutan sebagai kunci keberlanjutan
Leontinus menilai pendekatan pemberdayaan yang memasangkan kesempatan usaha dengan pembimbingan lebih efektif daripada sekadar memberi peluang. Pembinaan yang berkelanjutan membantu UMKM tumbuh sesuai potensi masing-masing.
"Pendekatannya itu sangat-sangat baik. Ini pendekatannya pendekatan pemberdayaan, karena kita bisa lihat UMKM-nya itu tidak serta-merta langsung diberikan kesempatan, tapi ini ada pembimbingnya,"
Model ini diharapkan memperkuat ekosistem usaha lokal dan meningkatkan daya saing UMKM di tingkat kota dan daerah.
Dengan menempatkan kolaborasi, kurasi, dan pendampingan sebagai prioritas, Kemenko PM menargetkan pemberdayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...