Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kementerian Perindustrian mempertemukan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) fesyen dan kriya dengan mahasiswa untuk mengembangkan produk yang sesuai pasar. Peluncuran program Design Canvas & Design Maker 2026 digelar secara hibrida pada 17 September 2026 di Auditorium BPIFK, Badung, Bali.
Tujuan program
Program ini bertujuan agar pengembangan produk IKM berorientasi pada kebutuhan konsumen. Pendekatan yang dipilih adalah co-creation, yaitu kolaborasi langsung antara IKM dan mahasiswa untuk merancang produk yang relevan dengan preferensi pasar.
"Pengembangan produk tidak cukup hanya berangkat dari pertanyaan mengenai apa yang dapat diproduksi, tetapi juga perlu mempertimbangkan siapa konsumennya. Apa kebutuhannya, serta peluang apa yang dapat dijawab melalui produk tersebut,"
Kata pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, saat menjelaskan pentingnya memahami karakter konsumen sejak tahap perancangan.
Skema kolaborasi
Program menghubungkan IKM dengan mahasiswa dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Bali serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. CAP Bali turut berperan sebagai mitra kolaborator.
Kemitraan ini menekan jarak antara pengalaman pelaku usaha dan kreativitas akademisi. Hasilnya diharapkan berupa ide dan prototipe yang siap dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
"Melalui komposisi peserta yang terdiri dari IKM dan mahasiswa, kami berharap tercipta proses pembelajaran dua arah,"
Kegiatan dan materi
Kick Off diikuti sekitar 70 peserta, termasuk perwakilan dinas industri, pelaku IKM, dosen, dan mahasiswa dari Bali. Sesi berlangsung dengan pemaparan narasumber dari akademisi dan pelaku industri kreatif.
Materi yang disampaikan meliputi:
- pemahaman kebutuhan dan preferensi konsumen,
- teknik riset pasar untuk IKM,
- perumusan konsep desain berbasis peluang pasar,
- penerjemahan gagasan menjadi prototipe dan produk bernilai tambah.
"Selanjutnya, Design Maker mengarahkan gagasan tersebut ke tahap pembuatan prototipe dan penyempurnaan produk. Dengan mempertimbangkan aspek desain, fungsi, serta potensi pengembangannya menjadi produk bernilai tambah,"
Demikian penjelasan Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto, mengenai alur berkelanjutan antara Design Canvas dan Design Maker.
Harapan dan tindak lanjut
Kemenperin berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan akademis. Ide dan prototipe hasil kolaborasi diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk komersial dengan daya saing di pasar.
Langkah selanjutnya adalah pendampingan untuk memperkuat aspek pasar dan pengembangan usaha. Targetnya, IKM mendapatkan alternatif desain dan model bisnis yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...
Pengangkatan Bangkai KM Virgo di Laut Jawa Digariskan Oktober 2026
PT Virgo Karya Shipping memastikan pengangkatan bangkai KM Virgo di Laut Jawa akan dilakukan pada Oktober 20...
BMKG Waspadai Awan Cumulonimbus dan Gelombang Laut 4 Meter
BMKG mengimbau waspada awan cumulonimbus dan gelombang laut hingga 4 meter pada 4 Oktober 2026; imbauan ditu...
BMKG: Warga Tanjung Selor Waspadai Hujan Disertai Petir
BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor pada 4 Oktober 2026; awan cumulonimbus juga...
Kerugian Rp40 Miliar akibat Penutupan Soekarno-Hatta oleh Abu Krakatau
Penutupan Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau diperkirakan rugi Rp40 miliar dan memengaruhi ratusan ribu...