Fadona–Fitriani Raih Perak Padel Asian Games 2026
Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini memastikan medali perak cabang padel pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari wakil tuan rumah, Saki Tsukamoto dan Kae Tokumoto, 3-6, 4-6 di Nagoya City Higashi Sports Center, Sabtu 3 Oktober 2026.
Laga final dan momen krusial
Partai puncak berjalan sengit sejak poin awal. Fadona/Fitriani sempat menunjukkan dominasi dan memimpin 4-1 pada set kedua, sehingga memberi harapan meraih gelar.
Namun, kebangkitan ganda Jepang mengubah jalannya pertandingan. Keunggulan itu menguap dan laga berakhir 3-6, 4-6 untuk kemenangan Jepang.
Respons atlet usai pertandingan
Meski kalah, kedua atlet Merah Putih terlihat emosional dan bangga atas prestasi bersejarah mereka. Fitriani tak mampu menahan rasa kecewa ketika momen emas terlepas di hadapan mereka.
"Tadi kita emosional banget karena kita pikir kita bisa ambil set kedua, apalagi sudah pimpin 4-1, cuma akhirnya kalah. Jadi ya, agak sedikit sedih,"
Fadona menegaskan bahwa perbedaan pengalaman menjadi faktor kunci dalam hasil ini. Ia menyebut lawan memiliki jam terbang hampir sembilan tahun, sementara dirinya bersama Fitriani baru menekuni padel sekitar dua tahun.
"Kita mati-matian tadi di lapangan, cuman lawan memang lebih bagus banget. Pengalaman mereka sudah main 9 tahun padel, dan kita baru 2 tahun. Tapi kita bersyukur banget dan bangga pastinya,"
Fadona juga menyoroti makna khusus dari medali ini, karena padel tampil untuk pertama kali di pesta olahraga multievent Asia.
"Ini pertama kali main Asian Games dan padel pertama kali ada di Asian Games, kita bisa langsung dapat perak. Sungguh bangga,"
Rencana ke depan
Kegagalan meraih emas justru memicu tekad kedua atlet untuk memperbaiki kualitas permainan. Mereka berkomitmen meningkatkan intensitas latihan dan memperbanyak pengalaman turnamen.
- Memperkuat program latihan dan fisik secara berkala.
- Mengikuti lebih banyak turnamen untuk menambah jam terbang.
- Memfokuskan strategi untuk menaklukkan lawan yang mengalahkan mereka di final.
"Yang pasti untuk ke depannya kita harus bisa latihan terus, semangat lebih dari sebelumnya, dan mau ngalahin lawan kita tadi di turnamen berikutnya,"
"Saya pun mau tambah giat latihannya, tambah sering ikut turnamen biar pengalaman makin banyak, dan tentunya pengen ngalahin mereka lagi,"
Medali perak ini menjadi tonggak penting untuk pengembangan padel di Indonesia. Ke depan, fokus akan tertuju pada peningkatan pengalaman dan program pembinaan agar atlet tanah air mampu bersaing di tingkat Asia dan dunia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...
Bintang Timur Surabaya Tekuk Mimika FC 3-1 di PFL 3 Okt 2026
Bintang Timur Surabaya menang 3-1 atas Mimika FC di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, pada lanjutan P...