Basarnas Ungkap Risiko Penyelaman KM Virgo: Gelap & Kontaminasi
Basarnas menyatakan operasi penyelaman dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 menghadapi risiko tinggi, termasuk visibilitas sangat rendah, debris, dan potensi kontaminasi kimia. Hingga hari ke-21 SAR, tim gabungan telah mengevakuasi 50 jasad dari dalam kapal dan total 188 orang ditemukan dari 243 penumpang manifes.
Operasi penyelaman: intensitas dan jadwal
Penyelaman dimulai sekitar hari ketiga setelah kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026, dan berlangsung setiap hari pada rentang pukul 09.00-16.00 WITA. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebut tim melakukan rata-rata empat hingga lima sortie per hari.
"Penyelaman merupakan salah satu upaya penting dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Dari hasil evaluasi pelaksanaan penyelaman, dilaksanakan rata-rata empat sampai lima sortie per hari," kata Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, 4 Oktober 2026.
Setiap sortie melibatkan dua sampai tiga tim, dengan tiap tim beranggotakan sekitar lima penyelam. Penyelam biasanya bekerja dengan rentang durasi singkat karena keterbatasan peralatan dan kondisi kedalaman.
Risiko keselamatan di bawah air
Basarnas mencatat sejumlah hambatan teknis dan bahaya yang mengganggu operasi bawah air. Penetrasi ke dalam kapal rata-rata mencapai 10–15 meter, namun pergerakan lebih dalam terhalang barang dan material yang berserakan.
"Perubahan posisi yang terjadi secara tiba-tiba dikhawatirkan membahayakan penyelam yang sedang berada di dalam kapal. Risiko lainnya berasal dari visibilitas yang sangat rendah akibat sedimen dan debris di dalam maupun sekitar bangkai kapal," ujar Syafii.
Ancaman lain yang disebutkan termasuk benda tajam yang dapat menyebabkan cedera, tumpahan minyak, dan potensi bahaya kimia dari kontaminan. Pada kedalaman sekitar 27 meter, keterbatasan gas menentukan durasi kerja.
"Dengan menggunakan peralatan Scuba, waktu kerja penyelam diperkirakan tidak lebih dari 20 menit untuk setiap penyelaman," kata Syafii.
Hasil pencarian dan keputusan operasi
Hingga Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat angka-angka berikut:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Manifes penumpang | 243 |
| Ditemukan (total) | 188 |
| Selamat | 108 |
| Meninggal | 80 |
| Masih dalam pencarian | 55 |
Dari angka tersebut, metode penyelaman menyumbang evakuasi sekitar 50 jasad dari dalam kapal. Setelah evaluasi pada hari ke-21, Basarnas memutuskan operasi SAR dilanjutkan dengan jadwal yang fleksibel mengikuti kondisi lapangan.
Implikasi dan langkah ke depan
Risiko teknis dan lingkungan membuat penyelaman bawah air tetap berbahaya dan membatasi efektivitas pencarian. Basarnas akan terus menyesuaikan taktik dan durasi operasi berdasarkan perkembangan kondisi kapal, cuaca, dan potensi kontaminasi.
Keputusan melanjutkan SAR menunjukkan prioritas pada penyelesaian pencarian korban, sambil menjaga keselamatan tim penyelam di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...
Pengangkatan Bangkai KM Virgo di Laut Jawa Digariskan Oktober 2026
PT Virgo Karya Shipping memastikan pengangkatan bangkai KM Virgo di Laut Jawa akan dilakukan pada Oktober 20...
BMKG Waspadai Awan Cumulonimbus dan Gelombang Laut 4 Meter
BMKG mengimbau waspada awan cumulonimbus dan gelombang laut hingga 4 meter pada 4 Oktober 2026; imbauan ditu...
BMKG: Warga Tanjung Selor Waspadai Hujan Disertai Petir
BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor pada 4 Oktober 2026; awan cumulonimbus juga...
Kerugian Rp40 Miliar akibat Penutupan Soekarno-Hatta oleh Abu Krakatau
Penutupan Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau diperkirakan rugi Rp40 miliar dan memengaruhi ratusan ribu...